Jakarta – Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief melontarkan kritikan kepada dua kubu yang telah bersaksi di sidang Mahkamah Konstitusi (MK). Andi Arief menaruh perhatian pada kesaksian saksi kubu 02, Jaswar Koto, dan langkah KPU yang tidak menghadirkan salah satu ahli mereka di persidangan.

“Pengkhianatan intelektual Prof Jaswar Koto, menyatakan 02 menang 52 persen berdasarkan survei setelah pemilu base on 110 juta pemilih dengan sample. Wong edan,” kata Andi Arief di akun Twitter-nya, Jumat (21/06/2019). Cuitannya itu juga disampaikan kepada wartawan.

Andi Arief juga kecewa terhadap KPU karena hanya menghadirkan satu ahli dalam sidang kemarin. Dia menyayangkan karena KPU hanya memberikan keterangan tertulis dari salah satu ahli.

Dalam persidangan kemarin, ada seorang ahli yang diminta secara tertulis penjelasannya oleh KPU, yaitu W Riawan Tjandra.

“KPU juga edan terhadap publik, bawa saksi ahli tapi nggak bersaksi di depan majelis hakim soal status BUMN dan Pak Ma’ruf Amin. Edannya adalah berniat menyembunyikan informasi yang harus diketahui rakyat,” sebut Andi Arief.

“Apa niat KPU tidak menghadirkan saksi ahli di forum majelis mulia dan hanya memberikan paper ke hakim MK. Sebetulnya KPU ini menganggap rakyat seperti apa. Saksi 02 cukup nekat dan berani dikoreksi di depan rakyat, mengapa KPU menghindar, ada apa?” imbuh dia.

Komisioner KPU Hasyim Asyari menujuk Riawan, yang tidak bisa hadir, merupakan ahli hukum administrasi negara. Dia memberikan penjelasan secara tertulis perihal status BUMN dan anak perusahaan BUMN.

“Ahli hukum administrasi negara menerangkan soal kedudukan hukum BUMN, anak perusahaan BUMN,” ujar Hasyim. (Hari-harianindo.com)