Jakarta – Ustaz Rahmat Baequni mengklarifikasi alasannya menyampaikan pernyataan kematian Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) akibat diracun karena diminta oleh jemaah pengajian. Dari hasil penyelidikan, pernyataan tersebut disamapaikan oleh Ustaz Rahmat Baequni sekitar Februari dan Maret 2019. Bahkan, menurut Baequni, ia sudah menanyakan terlebihb dahulu terkait materi tersebut sebelum ia sampaikan dalam ceramahnya.

“Intinya pada saat itu saya hanya menyampaikan bahwa saya hanya mengutip apa yang ada di medsos, dan pada saat itu saya konfirmasi pada jemaah, dan jemaah pun mengatakan iya,” ujar Ustaz Rahmat di Mapolda Jawa Barat, Jumat 21 Juni 2019.

Rahmat Baequni menjelaskan kronologinya, waktu kejadian, sebelum memberikan ceramah, terdapat anggota jemaah yang memintanya untuk membahas fenomena kematian petugas KPPS yang mencapai ratusan. Jemaah tersebut juga meminta saran bagaiamana menyikapi masalah tersebut.

“Ada jemaah yang sebelum pengajian itu mereka bertanya ‘ustaz tolong dong dibahas tentang ini, jadi kami harus menyikapi bagaimana.’ Maka saya mengatakan berdasarkan informasi yang saya terima,” katanya.

Baequni meyakini pada saat itu suda menyerukan kepada anggota jemaah untuk menunggu hasil penyelidikan dari aparat Kepolisian atau instansi terkait yang berwenang.

“Baiknya saya menyampaikan bahwa ini kita tunggu kira-kira penyidikannya apa, penyebabnya apa, dan memang sudah ada beberapa media yang sudah saya lihat itu kesannya seperti yang tadi dikatakan ada zat-zat mengandung racun,” katanya. (Hari-harianindo.com)