Jakarta – Ada hal yang menarik di tengah-tengah sidang sengketa hasil Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK). Sejumlah warganet yang menyaksikan jalannya sidang via internet mengaku perhatiannya tersita oleh salah satu pengacara tim Jokowi-Ma’ruf.

Diketahui, penyita perhatian yang dimaksud oleh para netizen adalah Christina Aryani. Berjajar dengan Yusril Ihza Mahendra, Luhut Pangaribuan, dan Arsul Sani, ia adalah salah satu anggota tim kuasa hukum pasangan nomor urut 01.

Christina bisa masuk menjadi anggota tim hukum Jokowi-Ma’ruf karena merupakan perwakilan dari Partai Golkar.

Baca Juga: Bambang Widjojanto : “Yang Kalah Jangan Ngotot, Semua Untuk Bangsa Yang Lebih Baik”

“Kalau saya kan’ memang dari awal terlibat di direktorat hukum dan advokasi, saya perwakilan dari Partai Golkar,” kata Christina di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta Pusat, Jumat (21/06/2019).

“Ini kan’ komposisinya ada perwakilan dari partai lalu dari luar ada juga yang membantu kayak Pak Yusril, Pak Luhut itu kan’ mereka lawyer praktisi yang ikut membantu karena kepedulian kepada 01,” imbuh Christina.

Tak hanya pengacara, Christina juga merupakan caleg dari dapil DKI II yang meliputi Jakarta Selatan, Jakarta Pusat dan Luar negeri. Dengan perolehan suara sebanyak 26,159, perempuan yang juga merupakan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Golkar itu berhasil lolos menjadi anggota DPR RI Periode 2019-2024. Sementara Partai Golkar sendiri perolehan suaranya mencapai 162.706.

View this post on Instagram

Di era digital saat ini, jarak tidak sepatutnya menjadi penghalang untuk berkomunikasi. Kenyataan itu yang sayangnya saya temukan saat mengunjungi diaspora kita di beberapa kota di Belanda, Italia dan Perancis. . Banyak yang tidak mengetahui bahwa mereka memiliki 7 (tujuh) orang perwakilannya di parlemen, lebih banyak lagi yang lupa siapa yang dipilih pada pemilu 2014 akibat mencoblos secara asal-asalan. . Aspirasi diaspora menjadi salah satu dari 4 (empat) fokus perjuangan saya jika dipercaya masuk ke parlemen. Saya telah menyusun program untuk dijalankan berdasarkan pada hasil kunjungan ke luar negeri, rangkaian diskusi melalui email serta wa dengan diaspora di Australia, riset internet dan studi literatur. . Yuk Sobats, bantu teruskan kepada saudara dan teman di luar negeri. Sudah saatnya aspirasi diaspora kita didengar dan diperjuangkan. . #ChristinaAryani #ChristinaforDPRRI #MudaBekerja #GolkarBersih #ChristinaPeduliDiaspora #caleggolkar #calegdki #calegdki2 #calegdiaspora #dapildki2 #dapildki #dapilluarnegeri #jakpus #jakartapusat #jaksel #jakartaselatan #luarnegeri #diaspora #diasporaindonesia

A post shared by Christina Aryani, SE, SH, MH (@christinaaryani) on

Perihal sidang MK, ia menilai bahwa masih belum ada kesaksian yang benar-benar menarik perhatian dari sejumlah saksi yang dihadirkan oleh tim Prabowo-Sandi.

“Belum ada yang wow sih ya. Menurut saya yang wow, saksi yang tahanan kota, bisa datang memberikan kesaksian ke MK. Itu gimana ya, agak nekat ya menurut saya,” katanya. (Elhas-harianindo.com)