Manado – Kini, bekerja menjadi satuan pengamanan (satpam) tidak lagi dimonopoli oleh kaum adam. Sudah mulai jamak ditemui sejumlah perempuan yang menggeluti profesi sebagai security ini. Vernanda Rawung adalah satu dari sekian banyak wanita yang menjadi satpam.

Perempuan yang berdomisili di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara ini bekerja sebagai satpam di kantor PLN UPDK Minahasa. Terhitung sudah empat bulan ia menjalani profesi itu. Perempuan yang akrab disapa Nanda itu menceritakan alasannya mau menjadi security. Ia ingin mendapatkan penghasilan yang halal demi membantu orang tuanya.

Ketika melamar pekerjaan di kantor PLN UPDK Minahasa, para pegawai PLN sempat kaget karena yang melamar posisi satpam adalah seorang wanita. Namun kesungguhan Nanda membuat pihak PLN segera menerima lamaran perempuan tersebut.

Sebagai personel satpam kantor, Nanda bekerja bersama-sama rekan-rekannya yang pria menghadapi para pelanggan yang datang di kantor PLN Minahasa. Karena menjadi satu-satunya wanita di dalam satuan, tak jarang ia dilirik oleh banyak orang. Namun Nanda hanya menanggapinya dengan senyuman.

“Yang penting senyum saja, dan tidak ditanggapi lebih jauh,” katanya.

Sebagai seorang satpam, dalam beberapa kesempatan pasti saja ia menemukan pelanggan yang membuat keributan. Senyuman pula lah yang menjadi andalannya dalam menangani pelanggan yang marah-marah. Namun tak lupa juga ia bersikap tegas.

“Kalau ada yang marah, pasti saya ambil tindakan. Tapi dengan senyum agar pelanggan juga bisa tenang,” ujar Nanda. (Elhas-harianindo.com)