Jakarta – Pro-kontra penerbitan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) di pulau reklamasi berisiko menggerus dukungan politik untuk Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Hal ini disampaikan oleh pengamat politik Ray Rangkuti.

“Artinya kaum yang mendukungnya anti reklamasi sedikit banyak akan terkejut dengan tindakannya kemarin. Basisnya akan berkurang lagi dari mereka yang ikut menolak reklamasi,” kata Ray pada Minggu (23/06/2019).

Ray menyebutkan bahwa pada saat kampanye, Anies menyuarakan penolakannya terhadap kebijakan reklamasi dan akan membatalkannya apabila terpilih. Janji tersebut, menurut Ray, menimbulkan persepsi di kalangan para penolak reklamasi bahwa Anies akan menghentikan reklamasi secara sungguh-sungguh.

“Oleh publik, yang terbayang bukan hanya ditunda pulau-pulau yang sudah didirikan bangunan, tapi sesungguhnya pulau-pulau itu dibongkar, itu yang kebayang oleh kita,” ujarnya.

Baca Juga: Pemprov DKI Kehilangan Potensi Raup Rp 100 Triliun Gara-Gara Anies Terbitkan IMB Reklamasi?

Dikarenakan Pemilihan Gubernur DKI 2017 yang berdampak keras bagi warga Jakarta, Ray berharap agar Anies berhati-hati. Karena ceroboh sedikit, maka pihak-pihak yang tidak senang dengannya akan bereaksi keras.

“Sehingga akan menunggu terus Anies kapan salah langkahnya. Oleh karena itu Anies akan mendapat kesulitan untuk konsolidasi politik terhadap dirinya,” ucap Ray.

Dikabarkan sebelumnya bahwa Anies telah menerbitkan surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB) pulau reklamasi walau masih belum disetujui DPRD. Peraturan Gubernur Nomor 206 tahun 2016 disebut oleh Anies sebagai dasar hukum pembangunan di pulau reklamasi. (Elhas-harianindo.com)