Jakarta – Polda Metro Jaya akhirnya menerima permohonan penangguhan penahanan Eggi Sudjana. Penyidik memiliki beberapa alasan sehingga akhirnya permohonan Eggi dikabulkan.

“Pertimbangan penyidik untuk mengabulkan, pertama, yang bersangkutan kooperatif. Jadi, setelah kita lakukan pertanyaan oleh penyidik, semua kooperatif,” jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (24/06/2019).

Pertimbangan lainnya, penyidik percaya bahwa Eggi tidak akan kabur dan menghilangkan barang bukti.

“Intinya semuanya sudah dievaluasi penyidik dan sudah dikabulkan,” ujar Argo.

Di samping itu, Eggi memperoleh jaminan dari keluarga dan beberapa tokoh, di antaranya anggota DPR Sufmi Dasco Ahmad. Kemudain penyidik mengabulkan permohonan Eggi.

Argo menjamin bahwa Eggi segera bebas malam ini setelah proses administrasi selesai. Selanjutnya, Eggi wajib lapor ke Polda Metro Jaya, seminggu dua kali.

“Jadi untuk malam ini tersangka Eggi Sudjana bisa kembali ke rumah nanti akan diantar pengacaranya dan nanti akan wajib lapor hari Senin dan Kamis,” tutur Argo.

Eggi Sudjana sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus dugaan makar dan keonaran. Eggi kemudian menjadi tersangka dan ditahan sejak Selasa, 14 Mei 2019.

Kasus ini berawal dari pidato Eggi pada Rabu (17/4) di depan kediaman capres 02 Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara 4, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Dalam pidatonya, Eggi menghimbau ajakan people power di hadapan pendukung kubu Prabowo-Sandi.

Akibat ulahnya ini, Eggi dijerat dengan Pasal 107 KUHP dan/atau Pasal 110 KUHP juncto Pasal 87 KUHP dan/atau Pasal 14 ayat 1 dan ayat 2 dan/atau Pasal 15. Tim kuasa hukum Eggi sempat mengajukan permohonan penangguhan penahanan Eggi dengan penjamin Wakil Ketua DPR Fadli Zon hingga anggota Komisi III DPR Sufmi Dasco Ahmad. (Hari-harianindo.com)