Jakarta- Sebuah aksi berkedok ‘Halalbihalal Akbar 212’ akan diselenggarakan saat putusan sidang sengketa pilpres di Mahkamah Konstitusi pada 25-28 Juni 2019. Meski, MK mengeluarkan putusan sengketa pemilu 2019 pada Kamis (27/06).

Beberapa warga dari luar Jakarta diperkirakan juga ikut berpartisipasi. Ketua Barisan Kiai dan Santri Nahdliyin (BKSN) KH Solachul Aam Wahib Wahab alias Gus Aam menyatakan bahwa sebanyak 11 ribu pendukung Prabowo-Sandi dari Jawa Timur siap bertolak ke Jakarta. Mereka terdiri dari Persaudaraan Alumni (PA) 212 dan relawan Prabowo-Sandi.

“Jadi insyaallah sekitar 10 ribu dari PA 212, yang dari relawan Jatim insyaallah 1.000 (orang),” kata Gus Aam saat dihubungi, Senin (24/06).

Gus Aam mengkklaim bahwa mulai hari ini sudah ada beberapa pendukung yang bertolak ke Jakarta. Mereka pergi bertolak dengan kendaraan umum maupun kendaraan pribadi.

“Kalau mulai berangkat mulai hari ini, kebanyakan naik mobil sendiri. Ada naik kereta, data detailnya agak sulit. Yang pasti relawan 02 itu kurang lebih 1.000 yang di Jatim,” ujar Aam.

Menurutnya, para pendukung yang bertolak ini berasal dari berbagai daerah di Jatim, dan tidak berasal dari asatu pusat seperti aksi 22 Mei lalu.

“Ada yang naik bus juga ada, cuma enggak seperti kemarin. Dikoordinir cuma enggak seperti kemarin, kemarin kan banyak yang naik bus, kereta, kalau sekarang lebih tersebar,” terangnya.

Gus Aam bersama sejumlah kyai sudah terlebih dahulu tida di Jakarta. Ia mengharapakan bahwa hakim MK dapat meberikan keputusan seadil0adilnya terkait sengketa pilpres ini.

“Kita hanya berharap mudah-mudahan Allah memberikan bimbingan, memberikan kekuatan, keberanian, dan perlindungan kepada hakim MK. Agar beliau bisa menegakkan kebenaran, keadilan, sehingga hasil dari keputusannya itu betul-betul dari hatinya,” ujar dia.

Sebelumnya, MK membacakan keputusan perihal sengketa pilpres pada Kamis (27/06), atau maju satu hari dari jadwal awal pada 28 Juni. Personel kepolisian juga akan merazia kendaraan yang berasal dari luar Jakarta dan hendak mengikuti aksi halalbihalal di depan Gedung MK. (Hari-harianindo.com)