Jakarta – Pada momen pengajian rutin bulanan DPP Front Pembela Islam (FPI) tahun 2017 lalu, Habib Rizieq Shihab pernah menyerukan kepada para pengikutnya untuk tetap konsisten memperjuangkan khilafah. Meskipun ia masih berada di kota Mekah, namun suara tersebut terdengar karena pihak pengurus menyetel rekaman suara dari Rizieq Shihab. Pengajian tersebut diselenggarakan di rumah Imam Besar FPI tersebut pada Minggu (06/08/2017).

Pada pengajian yang berlangsung pada tahun 2017 silam, terdengar suara Rizieq menyinggung pernyataan anggota DPR Viktor Bungtilu Laiskodat yang dianggap menghina agama Islam di Nusa Tenggara Timur.

“Yang bersangkutan memfitnah ajaran Islam, menghina ajaran tentang khilafah, dan sekaligus juga memberikan ancaman akan membunuh umat Islam yang memperjuangkan khilafah,” ujar Rizieq.

Kemudian, Rizieq menambahkan bahwa kini bahasan mengenai khilafah semakin dibatasi. Ia mencontohkan pembubaran ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dan ancaman terhadap FPI sebagai buktinya. Ia meminta kepada para jemaah agar tak takut untuk berbicara soal khilafah.

Baca Juga: Mendagri Menyebut Perpanjangan Izin FPI Masih Tahap Evaluasi

“Khilafah merupakan bagian dari ajaran Islam, karena itu umat Islam tetap harus istikamah memperjuangkan khilafah dan menegakkan khilafah manhaj nubuwwah,” kata Rizieq.

“Siapa pun yang ingin memadamkan ajaran tentang khilafah, ajaran Islam, harus kita hadapi dengan tegar dan tegas, tanpa punya rasa takut sedikit pun kepada mereka,” imbunya.

Rizieq juga menyebut adanya ‘musuh-musuh Islam’ yang memfitnah bahwa khilafah akan menghapuskan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Meskipun tidak disebut secara spesifik siapa saja yang dimaksud sebagai musuh Islam, Rizieq mengklaim bahwa khilafah tidak akan menghapus NKRI.

“Musuh-musuh Islam mengatakan khilafah itu akan menghapuskan NKRI, setiap orang tanpa peduli apapun agamanya menjalankan ajaran Islam, itu semua fitnah,” tegasnya.

Rizieq kemudian memerintahkan kepada jajaran pengurus FPI untuk memutar kembali rekaman ceramahnya pada 2015 perihal khilafah. Tak hanya itu, ia juga meminta agar rekaman tersebut disebarluaskan demi melawan fitnah terhadap khilafah.

“Sebarluaskan rekaman ini, muat di Youtube dan beberapa akun (media sosial), agar mereka tahu apa yang kita maksudkan tentang khilafah,” serunya. (Elhas-harianindo.com)