Jakarta – Menanggapi data yang dirilis oleh AirVisual pada Selasa (25/06/2019) yang menyebut bahwa kualitas udara Jakarta yang buruk, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan turut berkomentar. Menurut Anies, penyebab kualitas udara di Jakarta memburuk adalah kendaraan bermotor yang jumlahnya kian banyak.

“Sumber terbesar masalah udara kita adalah kendaraan bermotor yang banyak di Jakarta,” kata Anies pada Rabu (26/06/2019).

Baca Juga: Anies Bantah Tudingan Berikan Mimbar Untuk Tokoh HTI

Berdasarkan hal tersebut, maka cara yang paling efektif untuk memulihkan kualitas udara adalah sistem transportasi massal terpadu. Hal tersebut dimaksudkan demi mengurangi ketergantungan akan kendaraan pribadi.

“Harus kita dorong terus. Penggunaan kendaraan pribadi berkurang, tapi belum cukup. Kita harus cepat menuntaskan pengintegrasian transportasi. Proyek-proyek pembangunan transportasi massal,” ucap Anies. 

Harapannya, kondisi Jakarta kelak akan kembali seperti tahun 1998. Di era tersebut memang masih marak penggunaan transportasi umum oleh masyarakat Jakarta.

“Minimal harus cepat kembali ke 1998. Pada tahun ’98, separuh penduduk Jakarta gunakan kendaraan umum. Sekarang 25 persen gunakan kendaraan umum, 75 persen pribadi,” pungkas Anies.