JAKARTA – Bareskrim Polri menggrebek seorang lelaki paruh baya berinisial LES, 55, lantaran diduga melakukan tindak pidana penyebaran kabar hoaks di media sosial. Pelaku menuding pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) memperbolehkan Partai Komunis Indonesia (PKI) untuk berkembang kembali.

Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menyatakan bahwa penyebaran hoaks ini dilakukan melalui Facebook dan WhatsApp.

“Pelaku ditangkap pada 5 Juli lalu di Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Pelaku menyebarkan hoaks dengan akun Facebook Lutfhie Eddy,” kata Dedi kepada wartawan, Rabu (10/07).

Lalu disebarkan juga ke grup WhatsApp dengan narasi yang menuding pemerintah membiarkan atau membuka ruang untuk PKI berkembang kembali di Indonesia.

Selain menangkap pelaku, polisi juga menyita barang bukti berupa satu buah telepon genggam dan satu buah sim card. “Hingga kini, yang bersangkutan masih diperiksa secara intensif,” tambah Dedi.

Menurut Dedi, motif pelaku LES menyebarkan hoaks adalah sebagai bentuk dukungan ke salah satu pasangan calo presiden pada pemilihan lalu.

Karena ulahnya, LES kini ditahan dan dijerat dengan Pasal 45A ayat (2) juncto Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 ITE dan Pasal 14 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dengan ancaman hukuman pidana enam tahun penjara dan denda Rp 1 miliar. (Hari-harianindo.com)