Jakarta – Guru les berinisial AF menyampaikan permintaan maaf lantaran membuat status yang berisi ajakan agar tidak memajang foto presiden dan wakil presiden di sekolah. AF mengakui bahwa ia membuat status tersebut tanpa pertimbangan yang matang.

“Saya ingin menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat atas postingan saya per tanggal 26 Juni 2019 yang membuat keresahan di masyarakat,” kata AF di Mapolres Jakarta Utara, Jalan Laksamana Yos Sudarso, Koja, Jakarta Utara, Kamis (11/07/2019).

“Saya sangat menyesal, karena saya pun kaget dampaknya sampai seperti itu. Saya tidak ada niat sama sekali untuk menghasut atau mengajak orang melakukan sesuatu yang seperti disangkakan masyarakat,” sambung dia.

AF mengatakan bahwa dirinya tidak berniat sama sekali untuk menybarkan berita kebencian dan membuat resah masyarakat atas ulahnya. Ia juga mengakui bahwa telah tidak bijak dalam menggunakan media soasial.

“Saya tidak ada niat melempar ujaran kebencian sebagaimana pasal yang dikenakan kepada saya. Mungkin orang akan melihat postingan saya, orang akan melihat seperti itu karena saya pun dikenakan pasal seperti itu. Saya tidak ada niat sama sekali,” ujarnya.

Ia mengakui saat mebuat status tersebut ia dalam kondis emosi sehingga tidak dapat berpikir dengan jernih. AF mengaku terbawa suasana setelah melihat sistem penerimaan peserta didik baru (PPDB) di DKI berjalan baik.

“Itu hanya, pada saat itu mungkin emosi sesaat ya. Saya juga baru melakukan pendaftaran anak saya, di mana saya melihat sistem PPDB di DKI menurut saya menganut sistem berasas keadilan yang baik sehingga mungkin judul di postingan saya seperti itu. Jadi tidak ada niat sama sekali untuk membuat kericuhan atau apapun lainnya. Itu saja,” kata AF.

Kasus ini berawal saat AF memposting status di Facebook pada 26 Juni 2019. Setelah itu, seorang warga berinisial TCS malakukan tangkapan layar status tersebut dan melaporkan pemilik akun ke Polres Jakarta Utara. Tim Polres Jakarta Utara pun langsung menindaklanjuti laporan itu dan menganggap bahwa status yang diunggah AF termasuk dalam kategori hate speech.

“Bahwa postingan yang disampaikan itu masuk kategori menyiarkan berita bohong yang dapat menyebabkan keonaran, atau menyebarkan ujaran kebencian, atau menghasut jangan menurut peraturan undang undang atau perintah yang sah menurut peraturan perundang undangan atau menghina sesuatu kekuasaan yang ada di negara Indonesia,” ujar Kapolres Jakarta Utara Kombes Budhi Herdi.

AF dibekuk di tempat les di kawasan Koja, Jakarta Utara, Selasa (09/07) lalu. AF kini ditahan polisi.

Atas perbuatannya, ia dijerat pasal 28 ayat 2 juncto pasal 45 huruf a ayat 2 UU RI no 19 tahun 2016 sesuai perubahan UU RI no 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik juncto pasal 14 ayat 1 atau ayat 2 atau pasal 15 UU RI no 1 tahun 46 tentang Peraturan Hukum Pidana atau pasal 160 KUHP atau pasal 207 KUHP. AF terancam hukuman pidana paling lama 6 tahun penjara. (Hari-harianindo.com)