Jakarta – Nama Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Gresik, Markus, baru-baru ini menghebohkan karena nama tersebut dituding sebagai non muslim yang memimpin intitusi pemerintahan berbasis keagamaan. Meski kabar viral itu telah dibantahdengan tegas oleh Kemenag Jatim, namun Markus sempat tak habis pikir.

Markus pun kaget saat mengetahui namanya pun viral di media sosial. Pria yang baru saja dilantik pada Jumat (05/07) itu mengaku baru mengetahui namanya menjadi perbincangan dan viral pada Senin (08/07/2019). Hal citu pasca ada kiriman bunga yang mengatas namakan seorang pendeta di kantor Kemenag Gresik di Jalan Jaksa Agung Suprapto.

“Saya tahunya ketika masuk kantor hari Senin (08/07) itu, ada yang mengirimi karangan bunga,” kata Markus, Kamis (11/07/2019).

Terkait pengirim ucapan karangan bunga di kantornya, Markus mengakui tidak mengenal pengirim bunga tersebut secara pribadi. Namun ia hanya mengetahui jika pengirim adalah dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Gresik.

“Secara pribadi saya tidak kenal. Cuma informasi dari teman-teman kantor, jika beliau adalah pengurus FKUB, dan itu sesungguhnya adalah niat baik. Karena sesungguhnya Kantor Kementerian Agama adalah kementerian semua agama, tidak hanya kementrian agama Islam, ini yang patut dipahami, jadi kita harus mengayomi, menjaga teman-teman yang di luar agama islam,” ujar Markus.

Pria yang pernah menjadi Humas PPIH Embarkasi Surabaya itu memberikan penegasan bahwa dirinya berterima kasih terkait pengiriman karangan bunga tersebut. Menurutnya ini adalah bentuk toleransi agama menjaga kebinekaan.

“Menurut saya tidak salah, saya berterima kasih. Inikan sesungguhnya niat baik dalam rangka menjaga tolerasi umat bergama, menjaga kebinekaan kita menjaga ke-Indonesiaan kita, agar tetap rukun dan damai,” tandas Markus. (Hari-harianindo.com)