Semarang – K.H Salahuddin Wahid (Gus Solah) memberikan kritik terkait wacana Nahdlatul Ulama (NU) yang dikabarkan meminta jatah menteri kepada Presiden Terpilih Joko Widodo. Menurut Gus Solah, NU lebih baik jadi partai politik saja jika tetap minta jatah menteri.

“Saya pikir organisasi NU terlalu jauh bermain politik. Bahkan sekarang NU minta jatah politik, itu adalah jatah partai. Kalau begitu NU mending jadi partai politik saja,” kata Gus Solah pada Rabu (17/07/19).

Baca Juga: Yusril Bantah Kabar Sudah Dipastikan Dapat Jatah Kursi Menkum HAM

Menurut Gus Solah, seharusnya politik NU adalah politik tentang kebangsaan, keumatan dan kemanusiaan. Bukan politik kekuasaan belaka. Gus Solah pun sempat mengingatkan tentang semangat kembali ke khittah 1926.

“NU itu didirikan untuk melayani umat Islam di Indonesia, bukan untuk menguasai umat, yang dimaksud dengan kembali ke khittah seperti itu,” paparnya.

Senada dengan Gus Solah, Yenny Wahid mengatakan bahwa para petinggi NU seharusnya tidak terjebak dalam politik praktis. Apalagi perihal meminta jatah menteri.

Menurut putri Presiden Keempat RI Abdurrahman Wahid tersebut, yang terpenting bagi NU adalah suara mereka didengar pemerintah. Terhitung sekitar 50 persen umat Islam mengaku sebagai bagian dari NU.

“Banyak lembaga survei menunjukkan hampir 50 persen lebih umat Islam berafiliasi dengan NU. Artinya ketika kader NU ‎ditunjuk di kabinet, ya itu jadi representasi dari sebagian besar umat,” paparnya. (Elhas-harianindo.com)