Jakarta – Terkait masalah kepulangan Habib Rizieq Shihab ke Indonesia, Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Ali Mochtar Ngabalin mengklaim bahwa dirinya berusaha mengurus hal tersebut. Ngabalin berkata bahwa ia mengupayakan Habib Rizieq bisa pulang sebelum Jokowi dilantik.

Hal ini ia katakan sebagai tanggapan atas tudingan bahwa selama ini pemerintah menghalang-halangi Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) tersebut untuk pulang ke tanah air.

“Ini tersebar isu seakan-akan pemerintah menjadi penghalang dan instansi yang melarang sehingga Presiden Jokowi mempersiapkan KSP ini untuk menyelesaikan masalah warga Indonesia. Kalau nantinya tak ada yang bisa menyelesaikan kepulangan Rizieq Shihab, saya mewakafkan diri untuk menyelesaikan masalah itu,” ungkap Ali Ngabalin pada Selasa (16/07/2019).

Baca Juga: Pilkada 2020, FPI Tunggu Instruksi Dari Pusat

Selain itu, Ali Ngabalin mengatakan bahwa ia baru saja memulai untuk membangun komunikasi dengan anggota FPI. Menurut Ali Ngabalin, ini merupakan langkah awal terkait pemulangan Habib Rizieq.

“Baru sekarang saya bisa membangun komunikasi dengan FPI karena sebelumnya saya pernah dituduh sebagai orang sesat, kafir dan diminta bersyahadat ulang karena mendukung Jokowi,” ujar Ali Ngabalin.

Meskipun demikian, Ali Ngabalin mengatakan bahwa ia tetap akan memperjuangkan pulangnya Habib Rizieq. Karena, ia mengaku bahwa Habib Rizieq adalah temannya.

“Dia teman saya karena itu saya harus berbuat sesuatu agar umat mengetahui keberadaan saya juga bermanfaat untuk kepentingan umat,” ungkap Ali Ngabalin. (Elhas-harianindo.com)