Jakarta – Terkait wacana penyelenggaraan Ijtima Ulama IV, pengamat politik Ujang Komaruddin memandang bahwa hal tersebut masihlah wajar.

Lebih lanjut, Ujang mengatakan bahwa dalam konstitusi, diperbolehkan bagi suatu kelompok untuk mengadakan acara dalam rangka memberikan rekomendasi sikap politik.

“Memang itu hak mereka sebagai kekuatan politik nonpartai. Itu bagian dari demokrasi,” kata Ujang pada Selasa (16/07/2019).

Baca Juga: FPI Menilai Polisi Hanya Mengada-ada Soal Kasus Habib Rizieq

Selain itu, Ujang mengatakan bahwa semua pihak harus menunggu seperti apa hasil rekomendasi yang muncul dari acara Ijtima Ulama IV.

Terlebih, Ujang mengaku penasaran dengan arah politik Ijtima Ulama setelah Mahkamah Konstitusi menentukan Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin sebagai pemenang.

Selain itu, sikap mereka terkait pertemuan Jokowi dengan Prabowo Subianto juga patut diperhatikan. Dikabarkan sebelumnya bahwa mereka kecewa kepada Prabowo yang memutuskan untuk bertemu dengan Jokowi.

“Kita tunggu apakah hasilnya nanti. Apa yang dikeluarkan kesepakatan Ijtimak nanti. Yang terpenting tidak berbeda dengan ideologi bangsa. Artinya masih dalam kerangka NKRI,” papar Ujang. (Elhas-harianindo.com)