Jakarta – Basuki Tri Atmaja, mantan Gubernur DKI Jakarta mengutaraka keinginannya untuk menjadi pejabat lagi. Ia merasa bahwa telah berinvestasi di dunia politik.

Saat Ahok menjadi pembicara di Gereja Reformed Injili Indonesia, Samarinda, Kalimantan Timur, Jumat (12/07/2019) lalu, ia mendapat pertanyaan dari warga yang hadir tentang mau atau tidaknya kembali menjadi pejabat.

Ahok menjawab, “Ini pertanyaan klasik ya. Saya kalau ketemu dengan orang yang bergerak di bidang bisnis, atau keuangan. Saya suka tanya balik begini, kita sama-sama pengusaha kan, dulu gitu. Orang keuangan kan. Pernah nggak kita melakukan sesuatu, sudah investasi begitu besar di satu bidang dan hasrat kita memang masih di bidang ini, terus kamu buang ganti bidang, nggak,” ujar Ahok dalam channel YouTube Panggil Saya BTP.”

Ahok juga menyatakan bahwa, “Saya ini invest di politik ini sudah terlalu banyak sampai dipenjara. Nah itu yang jadi pergumulan saya, sehingga share dengan beberapa teman,” ujarnya.

Berhenti dari dunia perpolitikan Ahok tetap mendapat banyak pekerjaan. Ia mendapat tawaran dari banyak pihak, dan semua itu berstandar internasional.

“Jadi beberapa orang yang tidak ada hubungannya, teman-teman lama, waktu saya jadi gubernur jarang ketemu saya. Sekarang nawarin kerja sama mereka. Nawarin kerja kasih saham kosong, macam-macam nanti. Dari gaji yang lumayan sampai waw banget. Standarnya sudah standar dunia,” ungkap Ahok.

“Jadi pejabat itu payah, nggak ada duitnya. Ini pun…. Kalau saya jadi pejabat lagi, kayaknya malas sebagai pribadi, malas. Kalau kita bisa penghasilan USD 1 juta setahun, naik mobil semua miliaran, kamu masih mau jadi pejabat, dicaci maki, dikafir-kafirin, dicari-cari salah, mau dipenjara,” tutur Ahok.

Ahok tidak memiliki keingina sebagai pengusaha. Ia tahu kemana dirinya akan mengarahkan hidupnya.(NRY – harianindo.com)