Jakarta – Terkait perpanjangan izin organisasi masyarakat Front Pembela Islam (FPI), Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto mengatakan bahwa keputusan untuk memberikan perpanjangan izin FPI sedang digodok oleh pemerintah.

“Kenapa kita belum memberikan karena kita masih mendalami, dilakukan suatu evaluasi dari aktivitasnya selama dia ada, organisasinya, rekam jejaknya juga sedang disusun, organisasi memang layak diberikan izin lagi atau tidak,” ujar Wiranto pada Jumat (19/07/2019).

Wiranto mengimbau kepada masyarakat agar tidak membesar-besarkan persoalan izin FPI tersebut. Menurutnya, semua langkah yang diambil pemerintah perihal izin ormas sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Tentunya semua tunduk pada hukum yang berlaku, hukum-hukum tentang keormasan (organisasi masyarakat) yang nanti mendasari pemerintah untuk menentukan keputusan keputusan itu,” kata mantan Panglima ABRI tersebut.

Baca Juga: PA 212: “FPI Ada Ketua Penegakan Khilafah”

Selain itu, Wiranto dalam pernyataannya juga menyebut Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Ia mengingatkan para simpatisan HTI agar tidak melakukan kegiatan-kegiatan yang tidak sesuai dengan hukum. Wiranto juga menggarisbawahi fakta bahwa HTI telah dibubarkan.

“Organisasi itu dibubarkan karena pahamnya. Ideologinya visi misinya sudah jelas-jelas bertentangan dengan Pancasila dan NKRI. Sehingga kalau individual atau mantan-mantan anggotanya beraktivitas, tetapi aktivitasnya masih melanjutkan paham-paham yang anti Pancasila, anti NKRI ya masuk ke ranah hukum. Harus kita hukum,” tegas Wiranto.

Meski demikian, pemerintah akan menjamin para mantan anggota HTI yang memilih untuk setia pada Pancasila dan NKRI.

“Jadi harap maklum jangan sampai ada pengertian organisasinya dilarang tetapi individualnya masih menyebarkan paham-paham khilafah dan anti Pancasila. Enggak bisa. Karena tidak hanya HTI. Organisasi lainnya, ormas lainnya pun kalau menyebarkan ajaran anti pancasila dan anti NKRI juga ada undang-undang yang akan memasukkan dia di ranah hukum,” terang Wiranto. (Elhas-harianindo.com)