Jakarta – Menanggapi kekecewaan para penggerak Ijtima Ulama terhadap Prabowo Subianto terkait pertemuannya dengan Joko Widodo, Partai Gerindra angkat bicara. Melalui juru bicaranya, Gerindra memandang bahwa langkah yang diambil Prabowo tersebut merupakan bukti bahwa Prabowo memprioritaskan kepentingan bangsa dan negara.

“Prabowo tidak pernah berkhianat pada rakyat Indonesia, jelas itu, dan semua yang dilakukan adalah demi kepentingan bangsa dan negara,” kata Juru Bicara Partai Gerindra Kawendra Lukistian pada Jumat (19/07/2019).

Baca Juga: Prabowo Tak Bahas Pemulangan Habib Rizieq di Rapat Gerindra

Perihal pernyataan perwakilan PA 212, Asep Syaifudin mengenai harapan berdirinya khilafah di Indonesia tahun 2024, Kawendra tidak memberi komentar. Ia hanya berharap agar para ulama mampu mengambil sikap berdasarkan kebaikan bangsa.

“Mudah-mudahan di sana nanti ada arahan-arahan terbaik dari para ulama kita semua. Doakan saja semuanya tetap berjalan dengan spirit Keindonesiaan, spirit untuk membangun Indonesia lebih baik.” ujar Kawendra.

Sebelumnya, Asep Syaifudin sempat menyatakan bahwa Prabowo merupakan seorang pengkhianat. Hal tersebut dilontarkan sebagai respon atas pertemuan Prabowo dengan Jokowi pada Sabtu (13/07/2019) lalu.

Selain itu, Asep juga berharap agar khilafah dapat ditegakkan di Indonesia pada tahun 2024. Menurutnya, khilafah adalah solusi atas karut-marut demokrasi serta merupakan bagian dari syariat Islam.

“Harapan saya 2024 khilafah tegak di Indonesia. Khilafah itu adalah syariat Islam. Kalau menolak khilafah itu menolak syariat Islam. Itu penodaan agama,” ujar Asep pada Kamis (18/07/2019). (Elhas-harianindo.com)