Jakarta –Tsamara Amany mengkritik pernyataan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Saat itu Anies memberi penjelasan soal anggaran bambu Getah Getih. Tsamara heran ketika Anies harus menyebut ‘Tiongkok’.

“Kenapa Pak Anies harus menyebut Tiongkok untuk menjelaskan soal anggaran Rp 550 juta anggaran yang digelontorkan? Menurut saya, apa yang dilakukan Pak Anies adalah narasi konsisten dalam upaya membangkitkan sentimen tertentu di mata publik,” kata Tsamara.

“Dulu istilah yang digunakan pribumi, sekarang tiba-tiba bahas impor besi dari Tiongkok, apa kaitannya?” tambahnya.

Tsamara mengatakan bahwa Anies harusnya profesional dalam menjelaskan soal bambu senilai Rp 550 juta itu. Dia meminta Anies tidak membuat narasi ‘aneh-aneh’.

“Sebagai gubernur, Pak Anies profesional saja dalam menjelaskan. Kalau menurutnya itu hanya untuk Asian Games ya sudah cukup jelaskan tidak usah membangun narasi aneh-aneh yang justru bangun sentimen,” ungkapnya.

Bambu Getah Getih sebelum dibongkar usai berdiri di Bundaran HI selama 11 bulan. Kritik lalu datang dari anggota DPRD DKI. Anies kemudian menjawab kritik tersebut.

“Anggaran itu ke mana perginya, perginya ke petani bambu. Uang itu diterima oleh rakyat kecil. Kalau saya memilih besi, maka itu impor dari Tiongkok mungkin besinya. Uangnya justru tidak ke rakyat kecil. Tapi kalau ini, justru Rp 550 juta itu diterima siapa? Petani bambu, perajin bambu,” kata Anies. (NRY-harianindo.com)