Jakarta – Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) disebut sebagai partai politik yang langkah politiknya tidak jelas. Pernyataan tersebut dilontarkan oleh Wakil Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Maman Imanulhaq. Ia mengatakan ujaran tersebut pada acara diskusi bertema ‘Ngebut Munas Parpol Jelang Kabinet Baru’.

Sebenarnya, Maman membahas mengenai kesempatan Partai Gerindra jika ingin menjadi bagian dari koalisi pemerintahan. Namun bahasan menjadi bergeser ke soal kedua partai yang ia sebut tak berpendirian. Maman mengatakan bahwa PAN dan PKS hanya membuat situasi tak kondusif apabila bergabung ke koalisi Jokowi.

“Menurut saya ada beberapa partai yang sebaiknya tidak masuk partai yang tidak jelas yang cuma merecoki. Daripada nanti mengganggu lebih baik disana (oposisi) sajalah sebagian. Bukan karena persoalan takut kehilangan… Misalnya PAN PKS itu kan enggak jelas semua,” kata Maman di D’Consulate Lounge, Jakarta Pusat, Sabtu (20/07/2019).

Baca Juga: Golkar Anggap Aneh Amien Rais Ajukan Syarat Rekonsiliasi 55-45

Maman pun menyebut PKB sebagai partai yang berpendirian konsisten dan oportunis namun tidak mengorbankan moralitas. Ia mengklaim bahwa partainya selalu menjunjung nilai tersebut sebagai bagian dari koalisi pemerintahan.

“Misalnya PKB saya waktu di DPR apakah lalu melihat bahwa menterinya Jokowi itu otomatis segaris lurus dengan Nawacitanya Jokowi saya kira enggak. Kita mengkritisi beberapa menteri yang keluar dari nawacitanya Jokowi,” tutur Maman.

Selain itu, Maman mengatakan bahwa PKB bukanlah partai kutu loncat yang selalu berpindah-pindah koalisi. Pernyataan tersebut dimaksudkan untuk menyindir PAN yang pernah mendekati Joko Widodo.

“PKB itu adalah koalisi yg sangat-sangat konsisten, tidak pernah gabung di sana masuk tempat menteri di tengah jalan pindah lagi sekarang tiba-tiba mendekat lagi, kaya PAN lah saya bilang begitu. Oportunistik partai perlu tapi moralitas berpartai pun harus dibangun,” pungkasnya. (Elhas-harianindo.com)