Jakarta – Pengacara menyesali keputusan Presiden Joko Widodo yang masih memberi waktu tiga bulan bagi Kapolri mengusut kasus penyerangan terhadap kliennya. Pengacara menganggap Jokowi hanya mengulur waktu mengenai kasus tersebut.

Arief Maulana, selaku pengacara menilai seharusnya Jokowi segera membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta independen karena Polri sudah terbukti gagal mengusut kasus ini. Hal tersebut disebbkan karena peliknya permasalahan yang ada.

“Jika kasus ini kembali diusut Polri sama dengan mengulur waktu dan membuat kasus ini kecil kemungkinan diungkap,” kata Arief.

Penyiraman air keras terhadap Novel ini terjadi pada April 2017 atau sudah 2 tahun 3 bulan lalu. Tim penyidik Kepolisian Resor Jakarta Utara yang awalnya mengusut kasus ini sudah gagal.

Kepolisian Daerah Metro Jaya serta Tim Gabungan Pencari Fakta yang dibentuk Kapolri Jenderal Tito Karnavian juga gagal menemukan pelaku penyerangan itu.

“Harusnya Presiden Jokowi tegas dengan langsung membentuk TGPF mengingat persoalan belum diungkapnya kasus Novel karena ada dugaan kuat keterlibatan internal Polri,” kata Arief.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo telah membentuk tim pencari fakta independen untuk mengungkap kasus Novel. Menurut Jokowi masih memercayakan kepada Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian untuk menemukan pelaku penyerangan.

“Jangan sedikit-sedikit lari ke saya, tugas Kapolri apa,” kata Jokowi. (NRY-harianindo.com)