Surabaya – Sejumlah anggota organisasi mendatangi Kantor Partai Rakyat Demokratik (PRD) Jawa Timur (Jatim) di bilangan Bratang Gede, Surabaya. Dalam acara syukuran tersebut FPI tiba-tiba datang dan menimbulkan ketegangan.

Organisasi yang datang tersebut adalah Front Pembela Islam (FPI), Laskar Pembela Islam (LPI) Himpunan Putra Putri Keluarga Angkatan Darat (Hipakad), dan Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan TNI/Polri Indonesia (FKPPI).

Saat itu terdapat 40-an anggota PRD menggelar acara syukuran Hari Ulang Tahun PRD ke-26 tahun di sekretariat dua lantai tersebut, Senin (22/07/2019) malam. Acara tersebut merupakan ganti dari diskusi yang sebelumnya batal digelar di rumah makan bilangan Gubernur Suryo, Surabaya.

“Awalnya kami kumpul-kumpul karena ada syukuran HUT PRD, syukuran saja tumpengan. Tapi waktu sambutan dan pembukaan ada polisi datang bilang agar acara dipercepat,” kata Ketua Pengurus Wilayah PRD Jatim, Hermawan.

“Kami ngalah saja, kami tidak mau ada keributan,” kata Hermawan.

Sejumlah personel FPI kemudian melakukan aksi pembakaran bendera PRD tepat tengah perempatan jalan. Akibatnya lalu lintas pun makin padat.

“Ini PRD partai sudah dilarang, masyarakat harus tahu ini ya,” kata Wali Laskar LPI Surabaya, Agus Fachrudin kata dia.

Yanto (46) salah seorang warga sekitar mengatakan bahwa PRD sudah dua tahun bermarkas di lingkungan tersebut. Sepengetahuannya rumah tersebut, telah dikontrak PRD selama dua tahun belakangan. Yanto mengaku tak pernah melihat gelagat yang mencurigakan dari penghuni rumah tersebut. (NRY-harianindo.com)