Solo – Tongam Tobing, selaku Ketua Satgas Waspada Investasi memohon pihak Kepolisan segara memburu pemilik fintech ilegal Incash atas kasus yang terjadi di Solo, Jawa Tengah.

Fintech tersebut dinilai melecehkan Yl (51), nasabahnya yang telat bayar pinjaman 2 hari dengan menyebar poster foto dengan tulisan “Siap Digilir” di grup-grup WhatsApp.

“Kami minta penegak hukum segera melakukan proses penegakan hukum terhadap fintech ini,” ujarnya

Tongam menyatakan apa yang dilakukan oleh fintech illegal tersebut sudah sangat keterlaluan dan masuk dalam ranah pidana yang menjadi kewenangan pihak Kepolisian. I

Tongam mengemukakan tindakan fintech ilegal tersebut tidak bisa ditolerir sebab perbuatannya dianggap tidak manusiawi karena sudah melecehkan perempuan. Satgas Waspada Investasi sendiri sudah bergerak dan melakukan pemblokiran situs dan aplikasi pinjaman online ilegal bernama Incash tersebut.

Satuan tugas Waspada Investasi Blokir Fintech yang Iklankan Nasabah Siap Digilir Sementara itu YI melalui Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Solo Raya melaporkan tindakan fintech tersebut kepada Kepolisan setempat.

YI merasa dilecehkan dengan tindakan fintech tersebut yang menyebarkan poster dirinya dengan tulisan “siap digilir” untuk melunasi pinjaman Rp 1.054.000 di aplikasi fintech tersebut. (NRY-harianindo.com)