Jakarta – Mobil nasional dikembangkan oleh Malaysia. Hal tersebut dikabarkan kian serius mengembangkan mobil nasional sebagai pengganti Proton yang telah dimiliki merek asing.

The Edge menyatakan APC menginginkan perusahaan baru tersebut untuk membangun kendaraan listrik yang akan mulai dijual pada 2022. Paultan mengadakan wawancara dengan Ketua Grup Alam Perkasa Mohamad Mansor Ngah mengatakan rencananya yang ambisius untuk perusahaan baru berikut konsorsium baru, yang terakhir juga melibatkan produsen bahan komposit Italia terkemuka dan perancang mobil terkenal Giorgetto Giugiaro dan putranya, Fabrizio.

Dikabarkan proyek ambisius Malaysia ini akan debut di Geneva Motor Show pada Maret 2020, dengan julukan Alif yang masuk ke segmen medium SUV yang diduga mengandalkan platform AMP (Advanced Modular Platform).

“Ini akan menjadi yang kedua kalinya kendaraan Malaysia ditampilkan di acara tersebut,” kata Mansor.

Mansor menyatakan bahwa spesifikasi mobil mampu melesat hingga kecepatan maksimal 230 km per jam. Sementara dengan satu kali pengisian mobil bisa bergerak sejauh 450 km.

“Pasar lokal untuk hibrida dan EV masih kecil saat ini, jadi kami akan mengekspor 80 persen kendaraan terutama ke Eropa dan AS karena kami perlu bersaing di industri otomotif global dan bukan ‘jago kandang’,” ujar Mansor. (NRY-harianindo.com)