Stockholm – Amanda Hansson , seorang wanita di Swedia merasakan marah dan malu sebab dirinya tidak diizinkan masuk ke dalam sebuah bus umum. Hal tersebut disebabkan karena pakaian yang dia kenakan dianggap terlalu terbuka dan vulgar.

Bus bernomor 3 di Malmo dengan mengenakan celana pendek hot pants bahan jeans dan atasan tank top model a top with a bow, yang menurutnya tepat dipakai ketika suhu di negara ini mencapai 27 derajat Celcius.

Hansson mengakui bahwa si juru kemudi bus tidak bisa menerima apa yang dikenakan di tubuh Hansson. “Tubuh Anda terlalu terbuka!” tulis Hansson di Facebook, menirukan si pengemudi. Menurut curahan hati Hansson, ia menyatakan pakaian Hansson amat bertentangan dengan kebijakan berbusana dari perusahaan bus tersebut.

“Saya turun dari bus, karena meskipun saya ingin nekat masuk, tetapi hati saya memberontak dan saya sangat marah. Saya hanya ingin berteriak dan menangis,” Hansson menerangkan.

“Nobina dan Skanetrafiken tidak punya aturan apa pun tentang cara berpakaian penumpang dan pelanggan kami. Semua harus diperlakukan sama dan dengan hormat,” kata pihak Nobina dalam sebuah pernyataan.

“Seorang staf kami telah bertindak tak sopan dan bertentangan dengan nilai dan pedoman kami. Pengemudi itu sekarang sudah diskors, dan kami akan menyelidiki masalah ini lebih lanjut. Pada saat yang sama, kami ingin meminta maaf kepada Amanda, yang merasa telah dianiaya.”

Skanetrafiken mengungkap bahwa si pengemudi diberikan peringatan tertulis dan ditangguhkan sementara dari pekerjaannya, hingga pemberitahuan lebih lanjut. (NRY-harianindo.com)