Jakarta – Telah mendapat status swasembada bawang merah sejak tahun 2016, Kementerian Pertanian semakin menguatkan komitmen Indonesia sebagai pengekspor bawang merah. Kementan senantiasa menggenjot ekspor bawang negara ke sejumlah negara, salah satunya Thailand dan Singapura.

Indonesia pada Jumat (02/08/2019) ini mengirimkan 252 ton bawang merah ke Thailand dan Singapura. Diketahui bahwa jumlah total yang akan diekspor Indonesia ke Thailand dan Singapura sebanyak 2.760. Pengiriman bawang merah ke kedua negara tersebut diresmikan Kementan di Gudang Marunda Tarumajaya Bekasi.

Berdasarkan penuturan Direktur Jenderal Hortikultura Kementan, Prihasto Setyanto, Indonesia selama duatahun terakhir telah mengekspor 12 ribu ton bawang merah. Adapun bawang merah yang menjadi primadona ekspor adalah varietas super Philips. Varietas tersebut berasal dari Kabupaten Bima dan Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Tak hanya mampu mempertahankan swasembada bawang merah, Indonesia juga mampu eksis mengekspor bawang merah ke sejumlah negara, di antaranya Thailand, Singapura, Malaysia, Taiwan, Timor Leste, Vietnam, Filipina, hingga Belanda. Ekspor hari ini makin membuktikan bahwa kebijakan Menteri Pertanian memacu produksi dan ekspor bawang merah memang tepat,” kata Prihasto Setyanto.

Status swasembada dan ekspor bawang merah juga turut berdampak positif pada para petani dan pelaku usaha. Setyanto berharap agar para petani termotivasi untuk tetap meningkatkan kualitas produksi bawang merah.

“Budidaya bawang merah yang lebih ramah lingkungan sudah menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditawar lagi. Kami berikan kemudahan dan kesempatan seluas-luasnya bagi pelaku usaha untuk melakukan ekspor, tak hanya bawang merah tapi juga komoditas hortikultura lainnya,” ujar pria yang akrab disapa Anton itu. (Elhas-harianindo.com)