Jakarta – Kinerja Sri Mulyani selaku Menteri Keuangan (Menkeu) dinilai biasa saja. Meski demikian, posisi Sri Mulyani akan tetap dipertahankan oleh Presiden Joko Widodo di periode 2019-2024. Hal tersebut diungkapkan oleh pengamat politik dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ubedilah Badrun.

“Sri Mulyani, ya, saya kira juga perlu dipertimbangkan untuk bisa naik lagi, meskipun secara kinerja menurut saya kinerja Bu Sri Mulyani itu biasa-biasa saja, itu bisa dilakukan mahasiswa ekonomi S1,” ujar Ubedillah.

Secara ideal, sebenarnya Sri Mulyani tidak pantas apabila tetap dipertahankan. Karena selama menjadi menteri, ia mendapat julukan sebagai menteri pencetak uang. Hal tersebut dinilai sebagai bentuk persepsi negatif dari masyarakat.

“Sebetulnya kalau mau perspektifnya ideal, ya, enggak pantas (Bu Sri Mulyani kembali jadi Menkeu). Namun kalau perspektifnya ingin bertahan pemerintahan, ya, Sri Mulyani dipertahankan,” ucap Ubedilah.

Meskipun di sisi lain, Ubedillah mengatakan bahwa neraca keuangan Indonesia bisa berada di posisi seimbang berkat Sri Mulyani. Hal itu dikarenakan Sri Mulyani mampu memberi jaminan kepada negara asing untuk memberi pinjaman.

“Sri Mulyani yang menjamin dan membangun membuka ruang pinjaman-pinjaman baru sehingga APBN-nya seimbang,” tandas Ubedillah. (Elhas-harianindo.com)