Jakarta – Bambang Eko Prabowo, selaku Camat Matraman, Jakarta Timur, rawan dicopot dari jabatannya.

Chaidir , selaku Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta mengungkap bahwa Bambang tersandung kasus minta jatah sapi kepada para pedagang hewan kurban di kawasan Jalan Ahmad Yani, Jakarta Timur.

“Ada indikasi (pelanggaran). Pengakuan yang bersangkutan menyatakan imbauan (pemberian sapi),” kata Chaidir saat dihubungi, Senin (05/08/2019).

Menurut Chaidir BKD mengambil sikap untuk menyerahkan kasus ini kepada Wali Kota. Di sana Bambang akan dievaluasi terkait jabatannya di Badan Pertimbangan Jabatan (Baperjab).

“Kita menunggu hasil Baperjab, jika mereka sudah putus, nanti tidak lagi jadi camat,” jelas dia.

“Ketika pejabat berwenang, pejabat wilayah enggak boleh melakukan imbauan apapun. PNS harus netral. UU ASN 5/2014 pun jelas bahwa PNS netral, tidak boleh,” kata Chaidir.

“Itu kan menginvasi, imbau artinya mengajak. Enggak boleh karena sama saja ujung-ujungnya pungli dong, gratifikasi. Tugas seorang camat jaga teritorial jaga keamanan dan kenyamanan. Bukan imbau cari dana, berikan kepada yang minta kurban,” ucap Chaidir.

Camat Matraman Bambang Eko Prabowo saat dikonfirmasi lewat panggilan telepon belum bersedia memberikan keterangan terkait hal ini. Di sisi lain salah satu pedagang, Adin mengatakan lahan yang mereka pakai untuk berjualan ialah lahan pribadi dan bukan lahan hijau. (NRY-harianindo.com)