Jakarta – WhatsApp diretas oleh para ahli keamanan dunia maya. Mereka mengatakan bisa mengubah pesan.

“Pada dasarnya memasukkan kata-kata ke seseorang,” ujar peneliti, seperti dikutip laman Thesun, Kamis, 8 Agustus 2019.

Selain itu, mereka dapat mengubah nama orang yang mengirim konten dalam obrolan grup. Ini bisa menjadi alat berbahaya dalam skenario pemerasan, karena peretas dapat membuatnya terlihat seperti pengguna yang telah mengatakan sesuatu atau telah berkorespondensi dengan orang-orang yang tidak seharusnya.

Tepat di Konferensi cybersecurity Black Hat, Oded Vanunu, kepala penelitian kerentanan produk di Check Point, menyatakan bahwa Facebook sebagai pemilik WhatsApp telah gagal menyelesaikan masalah ini. “Facebook menyalahkan kelemahan WhatsApp pada batasan yang tidak dapat diselesaikan karena struktur dan arsitekturnya,” kata Vanunu.

“Namun, karena mereka tampaknya tidak terlalu khawatir, itu tergantung pada komunitas pengguna untuk menerapkan sedikit pemikiran kritis pada aktivitas online mereka,” tutur Higgins.

“Jika Anda khawatir tentang keamanan percakapan Anda di WhatsApp, gunakan penyedia obrolan lain.” Tuturnya. (NRY-harianindo.com)