Jombang – Momen Hari Raya Iduladha rupanya bersamaan dengan meroketnya harga cabai rawit di pasar. Di Jombang, harga cabai rawit per kilonya bisa mencapai Rp 100 ribu. Tingginya harga membuat penjualan cabai rawit menjadi lesu.

Hariyanto (48), pedagang di Pasar Pon, Jombang, mengatakan bahwa meroketnya harga cabai rawit mulai terasa sejak Kamis (08/08/2019) lalu.

“Sebelumnya harga cabai rawit Rp 85 ribu per kg,” kata Hariyanto di lapaknya, Sabtu (10/08/2019).

Berdasarkan penuturan Hariyanto, harga cabai rawit per kilo di Pasar Pon sempat rendah dengan harga paling murah Rp 25 ribu pada akhir 2018. Barulah pada tahun 2019 harga cabai naik secara bertahap. Ia menduga kurangnya pasokan dan cabai yang mengering akibat cuaca panas menjadi penyebab mahalnya cabai rawit.

Dampak dari kenaikan tersebut adalah lesunya penjualan di Pasar Pon. Sumarni (50) mengaku bahwa dalam sehari, penjualannya mengalami penurunan yang drastis.

“Sebelumnya sehari habis 70 kg. Sekarang cuma 40 kg dalam sehari,” ujar Sumarni.

Selain itu, mahalnya cabai rawit juga berpengaruh terhadap perilaku pembeli. Salah satu cara untuk menyiasati melonjaknya harga cabai adalah dengan mengurangi jumlah pembelian. Langkah tersebut dilakukan setidaknya sampai harga kembali normal.

“Biasanya sehari beli 5 ons, sekarang mampunya beli 1 ons. Semoga harganya kembali normal,” kata Fani Yuli (38), pembeli cabai. (Elhas-harianindo.com)