Islamabad – Seorang ana membawa bom ke rumahnya. Ia mengira bahwa bom tandan tersebut adalah mainan.

“Dia menemukan sebuah bom yang tampak seperti mainan dan membawanya ke sini,” ujar Abdul Qayyum, paman Ali, menunjuk ke rumah mereka.

Ali menunjukkan ‘mainan’ itu ke saudara-saudaranya ketika keluarga sedang duduk sarapan. Benda itu meledak, menewaskan Ali dan mencederai delapan saudaranya, ibunya dan sepupunya.

“Mereka berusaha merebutnya dari tangan Ali dan kemudian meledak. Ia meninggal di tempat kejadian,” kata Qayyum, menambahkan bahwa dua anak-anak masih berada di rumah sakit dalam kondisi kritis.

Militer Pakistan menyatakan bahwa banda tersebut adalah bom tandan, sebuah senjata yang dapat melepaskan bom-bom lebih kecil dan dapat membunuh atau melukai orang-orang di sebuah kawasan luas. Jenis senjata tersebut dilarang berdasarkan Konvensi Jenewa yang mengatur peperangan internasional

Seorang wartawan Reuters tak dapat secara bebas memverifikasi jenis benda tersebut yang telah merenggut nyawa Ali kendati tanda-tanda kerusakan di rumah itu terlihat. Sebuah lubang kecil di lantai semen menandai tempat Ali berdiri ketika benda tersebut meledak.

“Anak-anak sedang bermain dan kemudian terdengar ledakan keras. Asap tersebar kemana-mana. Saya tak dapat melihat apa-apa,” kata Sadaf Siddiq, kakak perempuan Ali.

Seorang perwira militer mengatakan bahwa benda berukuran mainan yang dikatakannya bagian dari satu bom tandan, yang tak dapat diverifikasi secara independen oleh Reuters. (NRY0harianindo.com)