Damaskus – Meskipun organisasi teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) selama dua tahun terakhir semakin melemah dan sempat dianggap lenyap, rupanya mereka masih melontarkan ancaman. Dalam pernyataan mereka, ISIS berencana akan menyerang pasukan koalisi Amerika Serikat dan pasukan Kurdi.

“Api pertempuran antara kami dan mereka telah dihidupkan kembali dan akan meningkat,” bunyi pernyataan ISIS dalam sebuah video yang diunggah pada Minggu (11/08/2019).

Mereka juga menuding Amerika beserta koalisi telah menjebak para milisi sekutu mereka ke dalam pertempuran melawan ISIS tersebut.

“Mereka telah dilempar ke dalam bara api perang yang sengit yang akan meninggalkan mereka tanpa ekor dan kepala,” ujar video ancaman itu.

Video tersebut merupakan video kedua setelah mereka tumbang dalam pertempuran di Baghouz. Sebelumnya, mereka juga merilis video pernyataan terkait serangan bom di Sri Lanka.

Meskipun ISIS telah kehilangan sebagian besar wilayahnya sejak 2017, namun mereka masih memiliki sel-sel tidur yang bisa diaktifkan kapan saja sesuai kehendak organisasi teror tersebut.

Kementerian Pertahanan Amerika Serikat pun juga melaporkan bahwa ISIS mulai menyusun kekuatan kembali pada saat Amerika memutuskan untuk menarik pulang pasukan mereka. (Elhas-harianindo.com)