Jakarta – Setelah Indonesia dinyatakan kalah dalam sengketa ayam impor di World Trade Organization (WTO), maka dalam waktu dekat pasar ayam Indonesia akan dipenuhi oleh impor dari Brasil. Menanggapi hal tersebut, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) tidak memandang hal tersebut sebagai masalah bagi Indonesia.

“Jadi karena di WTO kita kalah tidak boleh impor, diijinkan juga belum tentu kita mau (impor). Jangan lupa. Silakan aja. Kalau kita tidak mau, mau apa? Ini kan perdagangan bebas,” kata JK pada Selasa (13/08/2019).

Meski demikian, JK menyadari bahwa terbukanya keran impor akan memberikan sejumlah dampak tertentu. Untuk itu, JK memberikan saran agar Indonesia mampu menyiasati serbuan ayam dari Brasil. Salah satunya adalah menerapkan kebijakan non-tariff barrier.

“Bahwa kadang-kadang tidak bisa dilarang secara aturan, bisa dikurangi dengan kebijakan nontarif. Nontarif barrier. Jadi kualitasnya, kebersihannya,” papar JK.

Baca Juga: Ayam Impor dari Brasil Diperkirakan Segera Menyerbu Pasar Indonesia

Dalam kesempatan sebelumnya, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan bahwa Indonesia akan mempersilahkan Brasil untuk mengekspor ayam mereka ke Indonesia. Hal tersebut merupakan buntut dari hasil sidang WTO yang memenangkan Brasil.

“Kita tidak mungkin menyatakan tidak bisa kalau kita melarang dengan berbagai ini nya. Melanggar ketetapan WTO ya kita pasti salah,” kata Enggar.

Permasalahan tersebut bermula ketika Brasil menyeret masalah impor komoditas ayam Brasil pada 2014 ke WTO. Meski dinyatakan menang pada 2017, namun Brasil mengajukan gugatan kembali karena Indonesia masih menutup keran impor.

“Prosesnya dari tahun 2014 kita disengketakan di WTO yang memang berdasarkan ketentuan di WTO kita menyalahi berbagai ketentuan yang ada di dalam WTO itu. Itu sudah dalam, di panel juga sudah disampaikan. Dan sehingga dengan demikian tidak ada pilihan lain untuk kita menyesuaikan sesuai rekomendasi dari WTO,” papar Enggar. (Elhas-harianindo.com)