Jakarta- Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi mengungkapkan bahwa ingin berpikir ke depan terkait penyelenggaraan balap Formula E pada 2020 mendatang. Menurutnya, akan muncul beberapa keuntungan jika Jakarta menjadi tuan rumah perheltan tersebut.

Prasetyo bicara demikian untuk merespon kader PSI Idris Ahmad yang melontarkan kritik terhadap anggaran untuk penyelenggaraan Formula E.

“Silakan saja PSI mengkritik gitu lho. Kita juga berpikiran ke depannya ayo kita bangun Jakarta dari sisi pariwisata, kebudayaannya, dari pembangunannya yang tujuannya untuk menghasilkan suatu pendapatan,” ujar Prasetyo di gedung DPRD DKI Jakarta, mengutip Antara, Rabu (13/08).

“Semua di lintasan Semanggi dapat satu pendapatan yang positif, kenapa tidak gitu lho,” tambahnya.

Jika Formula E digelar di Jakarta, Prasetyo mengakuinya sebagai sebuah pencapaian. Terutama bagi Prasetyo sendiri sebagai anggota dewan yang mana merupakan perwakilan masyarakat DKI Jakarta.

“Tapi kalau ada F1 di Indonesia, saya sebagai Ketua DPRD akan bangga punya legacy (warisan) sendiri, di mana F1 dari Monas, masuk ke Bundaran Semanggi naik turun, lebih keren lagi,” ujar dia.

Prasetyo juga menegaskan pihaknya terbuka terkait dengan anggaran. Termasuk juga anggaran yang dialokasikan untuk penyelenggaraan Formula E dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah-Perubahan (APBD) 2019.

“Apa yang dikatakan PSI selama saya memimpin sebagai Ketua DPRD tidak pernah tertutup dengan media, dengan siapapun silahkan masuk dalam pembahasan APBD dan APBD perubahan, selama saya mimpin DPRD tidak pernah pembahasan anggaran saya tutup,” kata dia.

Sebelumnya, kader PSI Idris Ahmad menyoroti peningkatan anggaran untuk ajang Formula E dalam APBD-P 2019. Peningkatan diklaimnya mencapai hingga milyaran rupiah.

Diketahui, anggaran yang disiapkan mencapai Rp360 miliar untuk menggelar Formula E di Jakarta. Pemprov dan DPRD DKI Jakarta sudah menyetujui itu dalam APBD-P 2019.

Akan tetapi, kader PSI Idris Ahmad menganggap nominal tersebut terlalu besar.

Padahal, kata Idris, KUA-PPAS (Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara) dalam APBD sebelumnya hanya sebanyak Rp3 miliar untuk Dinas Pariwisata. Namun, kini melonjak hingga ratusan miliar khusus untuk penyelenggaraan Formula E di Jakarta. (Hr-harianindo.com)