Jakarta – Terkait dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Ustaz Abdul Somad, Majelis Ulama Indonesia (MUI) turut memberikan pernyataannya. Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid Sa’adi mengatakan bahwa pihaknya menyesalkan tersebarnya video tersebut.

Selain meminta pihak berwajib agar segera menindak penyebar video tersebut, Zainut juga mengimbau kepada senua pihak agar menahan diri dan tidak gegabah dalam menanggapi kasus tersebut.

Dalam video ceramah tiga tahun lalu, UAS melontarkan ujaran yang dinilai melecehkan salib dan patung Yesus. Atas kejadian tersebut, UAS dilaporkan oleh ormas-ormas dari Nusa Tenggara Timur.

Baca Juga: Ustaz Abdul Somad Klaim Ceramahnya Soal Salib Sudah 3 Tahun Lalu

Berikut adalah poin-poin pernyataan dari MUI pada Senin (19/08/2019) terkait kasus UAS:

1. MUI sangat prihatin dan menyesalkan beredarnya video tersebut sehingga menimbulkan polemik yang dapat mengganggu harmoni kehidupan umat beragama di Indonesia. MUI meminta kepada aparat kepolisian untuk mengusut pengunggah pertama video yang diduga mengandung konten SARA tersebut untuk mengetahui motif, maksud dan tujuan dari pelakunya.

2. MUI mengimbau kepada semua pihak untuk dapat menahan diri, tidak terpancing dan terprovokasi oleh pihak-pihak yang sengaja ingin menciptakan keresahan di masyarakat dengan cara mengadu domba antarumat beragama. Semua pihak harus bersikap tenang, hati-hati dan dewasa dalam menyikapi masalah tersebut agar tidak menimbulkan kegaduhan dan membuat masalahnya menjadi semakin besar dan melebar ke mana-mana.

3. MUI memahami masalah keyakinan terhadap ajaran agama adalah sesuatu yang bersifat sakral, suci dan sensitif bagi pemeluknya, sehingga hendaknya semua pihak menghormati dan menghargai keyakinan agama tersebut sebagai bentuk penghormatan dan toleransi dalam kehidupan beragama.

4. MUI mengimbau kepada semua tokoh agama khususnya umat Islam untuk bersikap arif dan bijaksana dalam menyampaikan pesan-pesan agama, menghindarkan diri dari ucapan yang bernada menghina, melecehkan dan merendahkan simbol-simbol agama lain, karena hal tersebut selain dapat melukai perasaan hati umat beragama, juga tidak dibenarkan baik menurut hukum maupun ajaran agama.

5. Terhadap masalah yang menimpa Ustaz Abdul Somad, MUI menyarankan agar para pihak menempuh jalur musyawarah dengan mengedepankan semangat kekeluargaan dan persaudaraan. Jika jalur musyawarah/kekeluargaan tidak dapat dicapai kata mufakat, sebagai negara yang menjunjung tinggi hukum maka jalur hukum adalah pilihan yang paling terhormat. Untuk hal tersebut MUI meminta kepada semua pihak untuk tetap tenang dan menghormati proses hukum yang berlaku, sehingga suasana kehidupan dalam masyarakat tetap kondusif, rukun, aman dan damai.

(Elhas-harianindo.com)