Suriah – Xie Xiaoyan, selaku utusan pemerintah China di Suriah menyatakan bahwa kelompok “organisasi teroris” termasuk ISIS akan dihidupkan kembali di negara yang dilanda perang. Xie juga mendesak masyarakat internasional untuk tidak mengabaikan tanda “peringatan dini” ini.

Xie menyampaikan hal tersebut setelah bertemu Utusan Khusus PBB untuk Suriah, Geir O. Pedersen di Jenewa, Swiss, seperti dikutip laman Al Arabiya, Rabu (21/8).

“Sekarang ada bahaya organisasi teroris seperti ISIS dihidupkan kembali,” kata Xie kepada wartawan. “Komunitas internasional harus memperhatikan.”

ISIS menguasai sebagian besar wilayah Suriah dan Irak pada tahun 2014. ISIS kemudian mendeklarasikan “kekhalifahan” di sana, tetapi kedua negara tersebut berhasil dan merebut kembali wilayah mereka.

Xie berkunjung ke Jenewa untuk membahas kemungkinan serangan besar oleh pasukan Presiden Basyar al-Assad di Idlib, daerah yang masih dikuasai para jihadis di barat laut yang merupakan kubu oposisi utama terakhir di Suriah.

PBB telah memperingatkan bahwa serangan terhadap Idlib akan memicu bencana kemanusiaan.

“Kita semua tahu bahwa ini adalah benteng terakhir dari beberapa organisasi teroris … jadi ini adalah masalah yang perlu ditangani,” katanya.

“Pertarungan melawan terorisme belum selesai.” (NRY-harianindo.com)