Jakarta – Pelapor Ustaz Abdul Somad (UAS) ke polisi angkat bicara terkait dengan klarifikasi Ustaz Abdul Somad soal ceramah salib yang di kantor Majelis Ulama indonesia (MUI). Pelapor Ustaz Somad juga minta klarifikasi itu dilakukan di hadapan penegak hukum.

“Sebagai warga negara yang baik, Pak Ustaz Abdul Somad harus hadir di Mabes Polri untuk menjelaskan secara hukum, penjelasan di luar hukum akan semakin membuat gaduh di tengah masyarakat,” kata salah satu pelapor Korneles Jalanjinjinay kepada wartawan, Rabu (21/08/2019).

Korneles yang merupakan Ketua Umum Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) menyatakan bahwa akan tetap menggunakan jalur hukum. Korneles menyatakan hal itu dilakukan semata untuk menjaga perdamaian dan persatuan bangsa.

“Harus dijelaskan di pihak kepolisian. Sampai sekarang kami tetap jalan proses hukum, kami menempuh jalur hukum untuk menjaga perdamaian, persatuan dan kesatuan bangsa,” ujar Korneles.

Sementara itu, pelapor UAS dari Presidium Masyarakat Menggugat, Ade Sarah Prinasari mengungkapkan hal yang senada. Sarah meminta Ustaz Somad memberikan klarifikasi di hadapan pihak berwajib.

“Baiknya sih karena laporan sudah masuk ke ranah hukum maka klarifikasi juga dilakukan di hadapan yang berwenang,” kata Sarah dikonfirmasi terpisah.

Selain itu, Sarah juga meminta UAS menyampaikan permintaan maaf secara terbuka terkait isi dari ceramahnya. Menurutnya, tak ada salahnya meminta maaf bila memang telah melakukan kesalahan baik itu disengaja ataupun tidak.

“Tidak ada manusia yang sempurna justru karena itu kita wajib minta maaf manakala ada ucapan atau tindakan kita yang mungkin tanpa sengaja menyakiti hati orang lain. Tidak ada yang salah dan rugi dari minta maaf, toh semua agama yang diakui di Indonesia mengajarkan cinta kasih dan saling memaafkan,” ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, UAS sendiri sudah menyampaikan lima poin klarifikasi terkait ceramahnya soal salib yang viral. Salah satu poin klarifikasinya ialah tentang konteks ceramah UAS yang disampaikan untuk menjawab pertanyaan jemaah. Jadi pembahasan mengenai salib itu bukan merupakan tema kajian ataupun topik yang dipilih secara khusus oleh UAS.

“Yang kedua saya sebagai warga negara yang baik, ingin menjelaskan jangan sampai masyarakat menjadi hiruk-pikuk disebabkan oleh isu media sosial bahwa ceramah saya yang diviralkan itu adalah menjawab pertanyaan bukan tema kajian, bukan inti permasalahan karena saya punya kajian di Masjid Agung An-Nur Pekanbaru Riau setiap subuh Sabtu, satu jam materi, setelah itu tanya-jawab ketika itulah ada masyarakat yang bertanya, lalu saya menjawab… maka video itu menjawab pertanyaan,” jelas UAS.

UAS juga menyatakan dengan tegas bahwa ceramahnya itu bukan dalam forum terbuka. Ceramah disampaikan UAS dalam pengajian khusus di kalangan internal kaum muslim.

“Ketiga, bahwa itu disampaikan di tengah komunitas masyarakat muslim di dalam masjid di tempat tertutup di tengah umat Islam dalam kajian khusus Sabtu subuh, bukan di Damai Indonesiaku TV One, bukan tablig akbar di tanah lapang stadion sepakbola, bukan di waktu ramai sampai 100 ribu orang, tapi pengajian,” tandas dia. (Hr-harianindo.com)