Jakarta – Kualitas udara DKI pagi ini membaik. Hal tersebut diduga karena adanya sistem ganjil genap. Dana airvisual yang diakses pukul 07.00, Jakarta menempati posisi keenam kota dengan posisi terburuk. Posisi tersebut menunjukkan perbaikan kualitas dibandingkan dengan beberapa hari terakhir, di mana Jakarta kerap menjadi juara pertama ataupun kedua kota dengan polusi udara terburuk di dunia.

Hanoi, Vietnam menempati rangking pertama kota terpolusi. Posisi kedua adalah Kabul Afganistan, disusul peringkat ketiga adalah Dubai. Pemprov DKI mengyatkan adanya perbaikan kualitas udara di Jakarta salah satunya karena perluasan penerapan ujicoba perluasan ganjil-genap sejak awal Agustus lalu.

Andono Warih , Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI mengatakan bahwa berdasarkan oleh Dinas LH pemantauan kualitas udara di Stasiun Bundaran HI. Hasilnya penurunan tingkat polusi sebanyak 18,9 persen.

“Ini data hasil pemantauan kualitas udara di 2 SPKU setelah uji coba ganjil genap selama satu minggu kemarin, untuk Stasiun Bundaran HI terjadi penurunan 18,9 persen,” katanya beberapa waktu lalu.

Berdasarkan hasil pengamatan kualitas udara di Stasiun Kelapa Gading, Andono mengungkap bahwa udara mengalami penurunan sekitar 13 persen.

“Untuk Stasiun Kelapa Gading terjadi penurunan 13,51 persen,” ucap dia.

Anies Baswedan , selaku Gubernur DKI Jakarta menerbitkan Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 66 Tahun 2019 tentang Pengendalian Kualitas Udara pada 1 Agustus 2019. (NRY-harianindo.com)