Bali – Ma’ruf Amin, selaku Wakil Presiden terpilih memberi wejangan agar Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menjadi garda terdepan dalam melawan intoleransi, radikalisme, dan khilafah di Indonesia.

“PKB harus ada di depan untuk menangkal berkembangnya paham-paham radikalisme, intoleransi, maupun paham khilafah,” kata Ma’ruf di The Westin Hotel, Nusa Dua, Bali, Rabu, 21 Agustus 2019.

Ketua Dewan Syuro pertama PKB ini menginginkan peran PKB untuk menyukseskan program pemerintahannya bersama presiden terpilih Joko Widodo atau Jokowi periode 2019-2024.

PKB diharapkan terus aktif menjaga NKRI dari perpecahan, baik yang dipicu oleh kesukuan, kedaerahan, atau paham-paham yang bertentangan dengan dasar negara.

“Menurut saya khilafah itu Islami, karena dulu pernah ada khilafah-khilafah yang diterima pada waktu itu oleh para ulama,” kata Ma’ruf.

Menurut Ma’ruf bukan hanya khilafah satu-satunya bentuk negara yang Islami. Dia mengatakan bentuk-bentuk negara lain, seperti kerajaan, keamiran, dan republik juga Islami.

“Mesir itu juga republik, kurang apa ulama di Mesir. Republik Islam Pakistan, Republik Turki. Artinya di dunia Islam republik juga diterima,” kata Ma’ruf. (NRY-harianindo.com)