Jakarta – Setelah sebelumnya sejumlah anggota legislatif melayangkan kritiknya terkait rencana pemindahan ibu kota ke Provinsi Kalimantan Timur, kini seorang anggota DPR RI mengkritik kebijakan yang dicanangkan Presiden Joko Widodo. Berbeda dengan kritik anggota DPR RI lainnya, Habib Aboe Bakar Alhabsyi menyebut rencana serupa pernah diusulkan oleh PKI.

Dalam ujarannya, anggota Fraksi PKS tersebut mengatakan bahwa rencana pemindahan ibu kota tidaklah sederhana. Selain itu, wacana tersebut serupa dengan gagasan Semaun, seorang tokoh PKI.

“Pemindahan ibu kota bukanlah ide sederhana, jadi harus dipikirkan secara matang. Sebenarnya ini bukan ide baru, saya pernah membaca usulan pemindahan ibu kota juga pernah disampaikan Semaun (tokoh PKI),” kata Habib Aboe Bakar pada Kamis (08/08/2019) lalu.

Baca Juga: PNS Menolak Dipindah ke Ibu Kota Baru, Fadli Zon Sindir Pemerintah

Selain membutuhkan waktu yang sangat panjang, anggota Komisi III DPR itu mengatakan bahwa pemindahan ibu kota ke lokasi baru membutuhkan biaya yang sangat besar pula.

“Pindah ibu kota juga memerlukan anggaran yang besar, setidaknya menurut perhitungan Bappenas memerlukan Rp 466 triliun. Tentunya angka tersebut akan sulit dicapai di tengah persoalan ekonomi yang serba sulit,” paparnya.

Besaran tersebut lah yang membuat Habib Aboe Bakar memandang bahwa pemerintah harus mempertimbangkan rencana pemindahan ibu kota dengan sangat matang. Terlebih, masih banyak permasalahan yang lebih mendesak.

“Misalkan saja BPJS tekor Rp 28 triliun, sedangkan APBN defisit Rp 127 triliun. Tentunya kita tidak ingin menambah lagi utang, karena angkanya saat ini telah mencapai Rp 4.034 triliun,” ungkap Habib Aboe Bakar. (Elhas-www.harianindo.com)