Jakarta – Baru-baru ini, beredar video yang seolah-olah mengabarkan bahwa Presiden Joko Widodo akan turun dari jabatannya sebagai presiden. Hal tersebut dicantumkan pada judul video yang berbunyi “Kabar Terkini, Detik2 JKW Mundurr, Mari Sujud Syukurr”. Diketahui bahwa video tersebut diunggah oleh kanal 651 SAFA di YouTube.

Dalam video yang diunggah pada Rabu (04/09/2019) lalu itu, terdengar suara narator menyebut sejumlah sindiran terhadap Jokowi. Salah satunya menyinggung soal ujaran Wanda Hamidah yang menyebut akan adanya pembungkaman apabila Jokowi tak terpilih sebagai presiden.

“Ramalan Wanda Hamidah pun tepat. Kalau presidennya bukan Jokowi, akan ada pembungkaman suara rakyat. Rakyat kecil dituduh menebar kebencian atau dijerat UU ITE. Aktivis yang mengkritik pemerintah akan dijemput paksa dengan tuduhan makar,” sindir narator tersebut.

Selama kurang lebih 10 menit, video tersebut hanya menayangkan berbagai cuplikan video dan diiringi oleh narasi yang memojokkan Jokowi. Tidak ada keterangan atau berita dari narator yang menyebutkan bahwa Jokowi akan mundur sebagai presiden.

Narasi berikutnya yang dilontarkan dalam video tersebut menyindir Jokowi sebagai pemimpin yang merakyat. Disebutkan oleh narator bahwa Jokowi memberi pengampunan pajak kepada konglomerat namun menjerat rakyat kecil melalui pajak kendaraaan yang dinaikkan 300 persen.

Ketika diperiksa, pernyataan pertama memang berasal dari cuitan Wanda Hamidah pada 4 Juni 2014. Pada saat itu, Wanda yang merupakan anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PAN mendukung Jokowi.

“Jangan sampai nanti engga bisa ngeritik lagi.. baru nyesel..” cuit Wanda melalui akun Twitter-nya.

Akan tetapi, ujaran tersebut kemudian dibahas oleh situs Eramuslim. Artikel berjudul “#MenolakLupa: Prediksi Wanda Hamidah Meleset 180 Derajat, Bukan Prabowo tapi Jokowi yang Berangus Demokrasi” tersebut mengatakan bahwa cuitan Wanda tersebut tidak tepat.

“Ini berita tahun lalu, tapi makin kesini, makin menemui relevansinya. Di bawah Jokowi, rakyat sudah tidak bisa bebas berekspresi. Menyebarkan video kebenaran saja ditangkap polisi.” berikut kutipan dari artikel tersebut.

Selain itu, narator juga sepat menyinggung langkah Jokowi dalam menangani kasus Papua. Lagi-lagi, ujaran tersebut berasal dari sebuah artikel yang memojokkan Jokowi. Ditemukan bahwa si narator menggunakan artikel yang diunggah pada Senin (02/09/2019) di situs Voa-islam.

Dengan kata lain, sepanjang 10 menit, video tersebut hanya berisi tentang narasi yang menjelek-jelekkan Jokowi berdasarkan artikel-artikel yang cenderung tendensius. Dalam video tersebut, narator sama sekali tidak menyebut Presiden Jokowi mundur dari jabatannya. Ketidaksesuaian judul dengan isi video tersebut membuat kabar dari 651 SAFA tidak benar. (Elhas-harianindo.com)