Tegal – Berbekal logam bekas, para pelajar SMK di Tegal berhasil membuat sepeda motor. Murid-murid dari SMK Bhakti Praja Adiwerna tersebut merakit motor jenis chopper dan red rock.

Para pelajar memilih limbah logam sebagai bahan utama perakitan sepeda motor tersebut dengan alasan karena mudah didapatkan dalam jumlah banyak. Diketahui bahwa Kecamatan Adiwerna merupakan sentra industri rumahan logam.

Berdasarkan penuturan Kepala Program Studi Teknik Bisnis Sepeda Motor (TBSM), Adi Fuju Harsono, para siswanya tersebut tidak sekadar memodifikasi. Akan tetapi, mereka melakukan proses perakitan sepeda motor dari nol.

“Siswa membuatnya benar-benar dari nol sampai jadi sepeda motor. Tidak memodifikasi. Mereka mengolah barang bekas yang tidak terpakai,” kata Adi Fuju Harsono pada Kamis (12/09/2019).

Untuk merakit sepeda motor, para pelajar SMK tersebut menggunakan barang-barang bekas industri logam untuk membuat kerangka bodi, knalpot, jok, hingga tangki bahan bakar. Sedangkan mesin motor tersebut dibangun dengan sejumlah komponen yang dibeli.

“Jadi bukan mesin utuh atau sudah jadi, tapi siswa juga merakit sendiri mesinnya. Sehingga mereka tahu cara membuat mesin motor seperti apa,” terang Adi.

Sebagai salah satu siswa yang terlibat dalam perakitan motor tersebut, Sindoro Iza mengakui bahwa tantangan terberatnya adalah pembuatan rangka bodi. Untuk itu, ia dan kawan-kawannya mencari di pasar loak.

“Untuk rangka dicari dari loakan-loakan besi. Yang masih bisa dipakai diolah,” ungkap siswa kelas XII TBSM itu.

Untuk membuat dua unit sepeda motor tersebut, Adi mengatakan bahwa para siswanya membutuhkan waktu sekitar empat bulan. Sementara biaya yang dihabiskan untuk merakit satu sepeda motor sebanyak Rp 6 juta.

“Sepeda motor bisa dikendarai walaupun masih perlu disempurnakan karena alat-alat untuk membuatnya juga manual, tidak menggunakan alat industri pabrikan. Ke depan harapannya bisa membuat pesanan sepeda motor yang sama,” ujar Adi. (Elhas-harianindo.com)