Jakarta – Sukamta, selaku Sukamta menyindir Presiden Joko Widodo alias Jokowi terkait kondisi udara di Riau yang menyentuh level bahaya.

Sukamta mengungkapkan bahwa dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau semakin menjadi. Kualitas udara telah berada dalam level berbahaya bagi keselamatan masyarakat di sana.

“Soal asap ini mesti menjadi keprihatinan kita bersama. Negara harus bertindak sigap dan gerak cepat, karena berdasar info terupdate di lapangan kualitas udara sudah dalam kondisi membahayakan. Bahkan sudah ada imbauan kepada masyarakat untuk meninggalkan Riau,” ucap Sukamta.

Indeks Pencemaran Udara (ISPU) pada hari ini sampai pada level berbahaya, yakni di angka 300-500.

“Pemerintah harus lebih taktis. Perkuat koordinasi dan komunikasi dengan semua pihak terkait. BNPB dalam kondisi darurat mempunyai fungsi Komando dalam penanggulangan bencana. Pemerintah harus meningkatkan status kesiapsiagaan darurat bencana agar penanganannya lebih sigap, komprehensif, massif, meminimalisasi risiko, dan tepat sasaran,” tutur Sukamta.

Sukamta menyampaikan bahwa tren karhutla naik setiap tahunnya. Di sisi lain, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan luas lahan terbakar pada periode Januari hingga Agustus 2019 mencapai 328.724 hektare (ha). Provinsi Riau mencatat wilayah terluas yang dilanda kebakaran, yakni 49.266 ha. Kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau paling banyak terjadi di lahan gambut, yakni 40.553 ha dan tanah mineral 8.713 ha. (NRY-harianindo.com)