Jakarta – Anies Baswedan, selaku Gubernur DKI Jakarta mengatakan bahwa dirinya tetap melanjutkan pemotongan jaringan telekomunikasi kabel serat optik di beberapa wilayah. Pemotongan kabel tersebuttetap dilakukan meski mendapat protes dari Ombudsman RI dan Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel).

Anies menyampaikan bahwa kabel optik tersebut bermasalah karena dipasang tanpa mendapatkan izin dari Dinas Bina Marga. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah melakukan pemotongan kabel optik di Cikini dan Jalan Prof Dr Satrio.

“Kami harus jalan terus dan nanti Ombudsman saya ajak untuk cek ada izinnya enggak. Kabel-kabel itu ketika dipasang harus ada izin. Jadi kalau kabel tak ada izinnya, ya bermasalah,” kata Anies usai meluncurkan aplikasi Bagi Piring di Ancol, Jakarta, Sabtu (14/09/2019).

Anies beranggapan bahwa Pemprov DKI Jakarta hanya menjalankan tugasnya menegakkan aturan pemasangan kabel optik. Menurut Anies apabila pemotongan kabel optik itu mengganggu layanan, maka sebaiknya pelanggan melayangkan protes kepada penyedia jasa.

“Jadi kalau ada customer yang protes karena jaringannya tidak berfungsi, protes ke penyedia jasa dalam menyediakan jasa harus ikuti aturan. Kami sampaikan kepada perusahaan yang menyediakan jaringan fiber optik, intinya ikuti aturan, karena Pemprov DKI juga Dinas Bina Marga itu bekerja ikuti aturan,” tutur Anies.

Apjatel telah meminta somasi kepada Pemprov DKI Jakarta karena tindakan sepihak pemotongan jaringan telekomunikasi kabel serat optik milik anggota Apjatel. Akan tetapi Anies tetap pada keputusannya. (NRY-harianindo.com)