Jakarta – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak hanya berdampak buruk bagi warga yang berada di wilayah Sumatera dan Kalimantan dan sekitarnya. Bahkan berdampak pula bagi warga negara Malaysia dan Singapura. Pasalnya karhutla membuat kondisi udara berbahaya bagi kesehatan.

Fadli Zon, selaku Wakil Ketua DPR bahkan heran kasus ini kembali terulang di Indonesia. Pasalnya, Presiden Jokowi sudah pernah menyatakan bahwa karhutla sudah teratasi dan tidak akan terulang lagi.

“Kok bisa terulang lagi, padahal presiden pernah bilang ini teratasi dan tidak akan terulang lagi. Namun yang terjadi tidak demikian,” tegasnya dalam acara Indonesia Lawyers Club yang disiarkan TV One.

Fadli Zon menyatakan prihatin karena negara selalu kalah oleh para mafia. Apalagi perbincangan mengenai karhutla sebatas mengenai akibat, tidak menyentuh ranah penyebab.

“Artinya, faktor kesengajaan sangat tinggi dalam masalah ini,” terang Fadli.

Fadli Zon mengatakan bahwa penyebab sebenarnya karhutla adalah faktor figur kepemimpinan yang lemah. Fadli Zon beranggapan bahwa Jokowi tidak efektif dalam menangani kasus ini.

“Kalau presiden marah sekali harusnya selesai. Ini marah berkali-kali tapi kebakaran hutan jalan terus,” urainya.

“Jadi persoalan masalah ini adalah leadership. Mungkin Pak Jokowi masih kurang efektif. Jadi jangan terlalu sering marah-marah, tapi tidak ada hasilnya, itu percuma. Itu justru memperlihatkan weakleadership atau kepemimpinan yang lemah,” ujarnya. (NRY-harianindo.com)