Jakarta – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menuding bahwa penetapan Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, sebagai tersangka korupsi merupakan langkah politis. Oleh sebab itu, organisasi mahasiswa ekstra kampus tersebut akan menggelar unjuk rasa di depan gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Berdasarkan penuturan dari Koordinator Nasional PMII, Muhammad Syarif Hidayatullah, pihaknya nanti akan mendesak KPK agar melakukan pembersihan internal dari pihak-pihak tertentu.

Pihak tersebut dituding telah menjadikan KPK menjadi alat politik, sehingga lembaga tersebut menetapkan Imam Nahrawi sebagai tersangka penerima uang suap dana hibah KONI. Langkah tersebut, kata Syarif, jauh dari apa yang seyogianya dilakukan oleh sebuah lembaga antirasuah.

“Terlepas dari Mas Imam adalah senior PMII, kita juga melihat bahwa kondisi di internal KPK sendiri itu terlalu politis dalam mengambil langkah-langkah,” ujar Syarif pada Kamis (19/09/2019).

Baca Juga: Sindiran Tengku Zul Usai Imam Nahrawi Berstatus Tersangka

Dalam tudingannya, Syarif menyebut adanya orang-orang ‘taliban’ di dalam internal KPK. Mereka lah yang diduga menggerakkan KPK untuk bertindak secara politis.

“Hubungan kelompok Taliban kita lihat hari ini bahwa bukan hanya pemerintah yang akan diganggu tapi juga yang berlatar belakang Nahdliyin karena kan kita lihat Imam Nahrawi sebagai kader PMII, notabenenya kader muda NU,” paparnya.

Selain itu, Syarif juga menyoroti adanya sejumlah penyidik lama yang masih berada di KPK walau telah mengundurkan diri. Hal tersebut juga semakin memperkuat dugaan politisasi KPK.

Rencananya, aksi tersebut akan digelar pada Jumat (20/09/2019) esok. Syarif mengatakan bahwa aksi yang akan diikuti oleh sekitar 2 ribu kader PMII telah mengantongi izin dari Polda Metro Jaya. Tak hanya di Jakarta, Syarif mengatakan bahwa aksi tersebut juga akan diselenggarakan serentak oleh para kader PMII di seluruh Indonesia. (Elhas-harianindo.com)