Jakarta – Kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di wilayah Sumatra dan Kalimantan tak kunjung berakhir. Hingga kini, pemerintah masih berupaya dalam memadamkan kebakaran yang menyebabkan kabut asap yang terasa hingga di negara tetangga.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatra Selatan menyebutkan bahwa sejak Juli 2019, diketahui sudah sebanyak 42 juta liter air yang digunakan demi memadamkan karhutla di Provinsi Sumatra Selatan saja.

Selain itu, mulai terkuak bahwa terdapat campur tangan dari pihak korporat yang menyebabkan pembakaran hutan dan lahan. Hingga kini, sudah ada enam perusahaan yang telah berstatus tersangka.

Baca Juga: Ma’ruf Amin Menyebut MUI Sudah Punya Fatwa Haram Soal Karhutla

Bencana kebakaran tersebut sampai sekarang masih menjadi perbincangan di kalangan masyarakat. Tak hanya itu, Marzuki Alie pun menjadi orang yang turut berkomentar terkait kasus karhutla.

Melalui akun Twitter pribadinya, mantan Ketua DPR RI periode 2009-2014 itu melontarkan kritiknya terhadap sejumlah pihak yang terlibat dalam pembakaran tersebut.

“Negara harus mengeluarkan uang puluhan miliar, rakyat disengsarakan asap oleh ulah pengusaha yang rakus,” cuit Marzuki pada Sabtu (21/09/2019).

Tak hanya itu, Marzuki juga berpendapat bahwa para pelaku pembakaran hutan dan lahan sudah sepantasnya mendapat hukuman mati. Tidak cukup apabila para korporat yang terlibat mendapat status tersangka, melihat dampak dari karhutla yang berdampak global.

“Pantasnya (pelaku) dihukum mati saja,” pungkas Marzuki. (Elhas-harianindo.com)