Jakarta – KH Said Aqil Sirodj, selaku Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) berkeinginan agar pemerintah, terutama aparat kepolisian agar lebih tegas dalam menghadapi kelompok-kelompok radikal yang mengancam keutuhan negara Indonesia.

Kiai Said menyampaikan hal tersebut dalam sambutannya saat pembukaan Rapat Pleno PBNU di Pesantren Al Muhajirin 2, Purwakarta, Jawa Barat, pada Jumat (20/09/2019). Pleno tersebut bertema “Konsolidasi Nahdlatul Ulama Menuju Muktamar ke-34” ini dibuka Wakil Presiden RI terpilih KH Ma’ruf Amin.

Dalam acara tersebut terdapat pula Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, dan Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan ribuan jamiyah Nahdlatul Ulama.

“Oleh karena itu dari mimbar ini, NU meminta agar kepolisian Indonesia lebih tegas lagi menghadapi kelompok-kelompok radikal, bukan hanya HTI (Hizbut Tahrir Indonesia),” kata Kiai Said.

Kiai Said menyatakan bahwa saat ini kelompok-kelompok tersebut telah terang-terangan menghina dan memfitnah para ulama, tokoh-tokoh nasional, hingga Presiden Republik Indonesia. Kiai Said berpesan agar aparat kepolisian tidak ragu dalam menindaknya.

“Jadi, kelompok yang radikal, yang menimbulkan kegaduhan kesatuan NKRI (agar diusir), yang diusir terutama ideologinya, orangnya silakan masuk NU,” tegas Kiai Said. (NRY-harianindo.com)