Yogyakarta – Akibat pemberitaan yang santer mengenai kasusnya, pedangdut Xena Xenita angkat bicara. Ia menepis tuduhan yang menyebut bahwa dirinya adalah perebut suami orang atau pelakor.

Diketahui bahwa perempuan asal Yogyakarta tersebut mendapat vonis hukuman 3 bulan penjara oleh Pengadilan Negeri Sukoharjo lantaran kedapatan sedang satu kamar dengan suami wanita lain.

“Orang-orang bilang saya ini pelakor, coba pikir lagi, jangan lihat hanya dari satu sisi saja. Selama ini kan saya diam, tapi sudahlah, ini kan aib tapi kok terlalu di-up,” ujar Xena di Kantor LKBH Pandawa, Kota Yogyakarta, Jumat (20/09/2019).

“Yang jelas saya bukan pelakor dan saya minta maaf atas kesalahan dan kegaduhan ini,” sambungnya.

Berdasarkan penuturan dari Xena, kasus tersebut bermula dari perselisihan pribadi antara pacarnya dengan mantan istri pacarnya tersebut. Ketika Xena mulai berpacaran dengan N, status pria tersebut sudah pisah ranjang.

“Saya nggak kenal yang cewek (Pelapor F), saya nggak ngerti permasalahan hubungan (dengan F) sebelum N itu kenal saya seperti apa, saya nggak ngerti. Saya cuma nggak mau kena dampak dari permasalahannya laki saya sama mantan istrinya,” tutur Xena.

Mengenai masalah pribadi antara N dengan F, Xena meminta agar dirinya tak disangkutpautkan lantaran masalah tersebut tak ada hubungannya dengan dirinya.

“Semisal saya pernah menawarkan seperti kalau memang mau bertahan ya monggo, saya yang mundur. Tapi segala jenis cara untuk berdamai ditutup rapat-rapat gitu, jadi saya harus berkutik seperti apa padahal saya benar-benar tidak tahu,” kata Xena.

Direktur LKBH Pandawa yang juga menjadi kuasa hukum Xena, Thomas Nur Ana Edi Dharma, mengatakan bahwa kliennya tersebut bukanlah pelakor. Hal tersebut dapat dibuktikan di dalam meja hijau.

“Jika dikatakan Xena Xenita merebut suami orang menurut kami tidak karena bisa kami buktikan di persidangan. Satu, saudara N, dia pisah dengan istrinya sejak bulan Juli 2018 karena permasalahan ekonomi, jadi sebelum klien kami (Xena) ini datang ke kehidupan N,” papar Thomas.

“Kedua, sejak (bulan) Juli sudah ada kesepakatan (antara N dan F) untuk berpisah, dan mereka sudah tidak serumah untuk bercerai. Ketiga, dari keterangan klien kami (Nico) ada kesepakatan juga kalau masing-masing boleh memiliki pasangan (setelah sepakat berpisah), dan bulan Desember Xena baru kenal N. Setahu klien kami (Xena) keduanya sudah pisah, tidak serumah maka klien kami putuskan berpacaran dengan saudara N,” sambungnya.

“Sampai dengan 19 Januari, ketika klien kami ini sedang pentas di Solo dia capek, akhirnya dia memutuskan untuk istirahat di Hotel lalu terjadi penggerebekan. Jadi kalau klien kami ini merusak rumah tangga orang nggak tepat karena sudah rusak duluan,” tandas Thomas. (Elhas-harianindo.com)