Jakarta – Dalam acara Indonesia Lawyer Club (ILC) di TV One, Haikal Hassan Baras juga turut angkat bicara terkait buzzer yang acap kali dituding menyebarkan hoaks. Pendakwah yang akrab disapa Babe Haikal merasa geram atas tindak tanduk buzzer di media sosial pasca-Pilpres 2019.

Babe Haikal mengungkapkan bahwa di dalam Islam, menjadi buzzer bayaran hukumnya haram. Atas dasar itulah ia mengatakan bahwa pihaknya tak memiliki buzzer bayaran.

“Saya bersumpah demi allah, Dia saksikan, buzzer bayaran dalam islam hukumnya haram. Tidak satu pun kami mengeluarkan buzzer bayaran,” kata Babe Haikal pada Selasa (08/10/2019).

Lebih lanjut, Babe Haikal kemudian membacakan surat Al-Humazah ayat 1-3. Dalil tersebut membahas soal hukuman yang ditimpakan kepada para pengumpat maupun pencela. Selain itu, Babe Haikal juga menyebut tentang fatwa Muhammadiyah terkait buzzer bayaran.

“Kalau tidak salah, mohon dikoreksi Muhammadiyah telah menjatuhkan fatwa buzzer bayaran itu haram. Jadi nggak akan kita, saya bersumpah demi Allah tidak ada buzzer bayaran di tempat kami nggak ada sama sekali,” papar Babe Haikal.

Baca Juga: Jawaban Analis Media Sosial Saat Ditanya Karni Ilyas Soal Bayaran Buzzer

Ketua II Presidium Alumni (PA) 212 itu memberi penjelasan mengenai cara menyampaikan berita dengan baik dan benar. Babe Haikal menyebutkan ada tiga prinsip yang harus dipegang.

“Dan kami punya prinsip, untuk menyebarkan informasi. Pertama, sebarkan berita ini? benar atau tidak? kalau benar tidak boleh disebar, kecuali seleksi yang kedua bermanfaat gak?” ucap Babe Haikal.

“Kalau benar dan bermanfaat belum juga disebar, nyakitin hati orang nggak? nyakitin agama orang nggak? nyakitin partai orang nggak?,” sambungnya.

Jika salah satu prinsip tak terpenuhi, maka berita tersebut tidak boleh disebar.

“Kalau umpamanya nyakitin, lebih baik buat komunitas kamu tidak akan kami sebar. Ini tiga prinsip islam dalam menyebarkan informasi dan buzzer jadi kita pegang tiga prinsip itu,” tandas Babe Haikal. (Elhas-harianindo.com)